Lima Nasehat Abu Hurairah agar Hidup Menjadi Berkah

0
80

Salah satu Sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan Hadits Nabi adalah Abu Hurairah. Menurut Ahmad bin Muhammad Al-Adnahwai ar-Rumi dalam bukunya yang berjudul Tabaqat al-Mufassirin menjelaskan bahwa nama lengkap Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dausi. Ia dikenal sebagai Sahabat yang teliti dan hati-hati dalam melangkah terutama dalam meriwayatkan Hadits Nabi.

Di samping banyak meriwayatkan Hadits, ia juga dikenal sebagai orang yang alim dalam memahami Al-Qur’an. Abu Hurairah meninggal pada tahun 57 H dan dimakamkan di Makkah.

Abu Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengutip lima Nasehat Abu Hurairah yang penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

Pertama, barangsiapa yang dimudahkan untuk bersyukur maka rizkinya akan selalu bertambah sehingga menjadi tak terukur. Hal ini sesuai dengan Surat Ibrahim: 7 yang berbunyi:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (7)

Artinya: Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih
.

Kedua, barangsiapa yang mau bersabar maka pahalanya semakin melebar.
Hal ini sesuai dengan potongan Surat Az-zumar:10 yang berbunyi:

… إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ (10)

Artinya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Ketiga, barangsiapa yang mau bertaubat maka akan diterima oleh Allah Dzat yang Maha Hebat. Hal ini sesuai dengan Surat Nuh:10 yang berbunyi:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Artinya: maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

Keempat, barangsiapa yang memperbanyak istighfar maka akan diampuni oleh Allah Dzat Maha Besar. Hal ini sesuai dengan Surat As-Syura: 25 yang berbunyi:

Baca Juga:  Merawat Nilai Kemanusiaan dan Kebersamaan

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Artinya: Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

Kelima, barangsiapa yang dimudahkan untuk berdoa atau meminta kepada Tuhannya maka akan dikabulkan permintaannya. Hal ini sesuai dengan potongan Ayat 60 dalam Surat Ghafir yang berbunyi:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan permintaanmu.

Hal-hal diatas bila dipraktekkan dalam kehidupan niscaya akan mendapatkan ketenangan, ketentraman hati serta akan mendapatkan keberkahan dalam urusan rizki serta dijauhkan dari segala macam ujian kehidupan.

Dari penjelasan ini ajaran Islam sangat ramah serta selalu memberikan inspirasi kebaikan kepada siapapun baik yang ia kenal atau tidak. Hal ini sebagai kunci sukses bahwa Islam mudah diterima semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, pejabat maupun rakyat, orang kaya maupun orang yang kurang biaya.

Tinggalkan Balasan