DPO MIT
DPO MIT

Tokoh Lintas Agama Poso Minta Perlakuan Khusus dari Pemerintah Dari Aksi Teroris MIT

Palu – Aksi-aksi terorisme kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Mereka tak segan melakukan pembunuhan dan penjarahan terhadap warga sipil, terutama warga masyarakat yang tinggal di pegunungan.

Sejauh ini, kelompok yang kini dipimpin Ali Kalora ini masih gentayangan, meski jumlahnya diperkirakan tinggal 9 orang. Perburuan pun telah dilakukan Satgas Madago Raya. Namun para buronan teroris itu belum juga tertangkap.

Hal itu membuat para tokoh lintas agama dan warga di Kabupaten Poso masih tidak tenang. Mereka pun sepakat meminta perlakuan khusus dari pemerintah dalam menangani MIT.

Hal tersebut disampaikan Ustad Adnan Arsal, salah satu tokoh agama Islam Kabupaten Poso usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) tentang penanganan terorisme di Kabupaten Poso di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (2/6/2021).

Para tokoh lintas mengusulkan agar diterbitkannya Instruksi Presiden atau Keputusan presiden terkait penanganan terorisme di bumi Sintuwu Raya tersebut untuk menjamin rasa aman kepada warga Kabupaten Poso dari ancaman teror.

“Kami berkeinginan agar Poso ditangani secara khusus, dan semua pihak bisa turun langsung menangani masalah Poso untuk melindugi dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,”tuturnya

Hal yang sama juga disampaikan Pendeta Rinaldy Damanik, salah satu tokoh agama Nasrani di Poso. Ia juga menegaskan bahwa kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ada saat ini merupakan musuh bersama.

“Permasalahan di Poso merupakan murni aksIdan tak ada sangkut pautnya dengan agama. Kami dari lintas agama sudah melalukan beberapa kali pertemuan dan bersama-sama menyatakan bahwa pelaku kekerasan ini adalah musuh besar,” ujarnya.

Tokoh lintas agama dan warga Kabupaten Poso juga mendukung penuh pelaksanaan Operasi Madago Raya oleh TNI/Polri dalam melakukan pengejaran sisa-sisa kelompok MIT Poso yang menurut data dari pihak Polri bahwa jumlah kelompok MIT Poso saat ini tersisa sembilan orang.

Baca Juga:  Moderasi Harus Menjadi Pengarusutamaan Melawan Radikalisme dan Terorisme

“Operasi dan upaya dari TNI/Polri sangat kita dukung,” ucap Damanik.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …