penulisan al quran batik di solo 1 169
penulisan al quran batik di solo 1 169

Tunarungu Di Laweyan Tuangkan Seni Membatik Penulisan Al-Qur’an Untuk Media Dakwah

Solo – Syiar Islam tidak hanya dapat dilakukan melalui media televisi atau mimbar-mimbar pengajian, namun juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seni membatik. Jika selama ini batik selalu identik dengan fashion maka pengrajin batik di Laweyan, Solo, Jawa Tengah mencoba mengaplikasikan Al-Qur’an pada sebidang kain.

Adalah Mahkota Batik yang mempunyai ide untuk menjadikan batik sebagai media dakwah dan belajar Al-Qur’an.

“Kami awalnya ingin membantu perekonomian mereka karena dampak Corona. Kita ingin menggerakkan disabilitas tunarungu untuk berkarya dan berkreasi salah satunya kita libatkan dalam frame batik Al-Qur’an ini,” terang Manager Produksi Mahkota Batik, Muhammad Topan Wicaksono. Seperti dilansir dari laman detikcom. Sabtu (17/4/2021)

Sedikitnya ada dua penyandang tunarungu yang dilibatkan dalam pembuatan Al-Qur’an batik ini. Yakni untuk proses desain dan juga untuk pewarnaan.

“Desainernya cuma dua orang yang satunya untuk proses pewarnaan. Mereka itu orang-orang disabilitas,” ucapnya.

Topan menambahkan, pelibatan penyandang tunarungu dalam proses pembuatan batik Al-Qur’an ini bukan hal mudah. Apalagi, mereka sebelumnya juga tidak mempunyai keahlian membatik.

“Sebelumnya mereka tidak mengerti penoletan (pewarnaan) batik. Kemudian kita dampingi bagaimana teknik pewarnaan dan mereka bisa menerapkan di sebidang kain,” urainya.

Pembuatan Alquran batik sendiri terinspirasi dari seorang pengunjung yang memberikan Al-Qur’an kecil.

“Pernah ada tamu dari luar kota yang memberikan semacam Al-Qur’an kecil untuk pembelajaran, tapi bertuliskan tipis-tipis,” kata Topan.

Dari hadiah itu, Topan menambahkan, akhirnya terinspirasi dengan metode belajar Al-Qur’an follow the line. Yaitu pembelajaran bagi yang belum bisa membaca dan menulis Alquran.

“Lalu kita membuat batik Al-Qur’an ini. Selain pembelajaran, kita ingin mengenalkan saja bahwasanya batik tidak hanya untuk model fashion selendang dan lain-lain. Tetapi bisa digunakan sebagai media edukasi dan dakwah,” urainya.

Membuat Al-Qur’an batik bagi Mahkota Batik memang bukan hal baru. Sebelumnya, produsen batik di Laweyan itu juga pernah membuat Al-Qur’an batik lengkap 30 juz.

“Proses pembuatan Alquran batik 30 juz itu sudah dimulai sejak 2016 dan selesai 2020. Tapi perlu dikoreksi ada kemungkinan kesalahan tanda bacanya,” tuturnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

malam nisfu sya'ban

Sya’ban: Bulan yang Dilupakan, Padahal Penentu Kualitas Ramadan

anpa banyak disadari, kita kembali berjumpa dengan bulan Sya’ban—bulan kedelapan dalam kalender Hijriah—yang menandai bahwa …

alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal …