Ustaz Zulqarnain
Ustaz Zulqarnain

Ulama dan Umara Harus Bersinergi Agar Terwujud Kemaslahatan Umat

Jakarta – Ulama dan umara (pemerintah) harus bersinergi dalam memastikan agar kemaslahatan umat bisa terwujud. Hal itu dikatakan pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar, Ustaz Dzulqarnain Muhammad Sanusi.

Ia mengutip Sahal Abdillah Kusturi, seorang kepala negara yang juga seorang ulama di masanya yang pernah berkata ‘laidzaluna tsubikhair, ma’abdul saltana wal ulama’ bahwa manusia akan terus menerus diatas kebaikan sepanjang mereka mengagungkan penguasa dan ulamanya.

”Kalau mereka agungkan penguasanya atau mereka agungkan dua-duanya, maka Allah akan perbaiki dunia dan akhirat mereka. Tapi kalau mereka tidak mengagungkannya, maka mereka sendiri yang merusak dunia dan akhiratnya,” ujar Dzulqarnain di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, pemerintah harus bisa meletakkan batasan-batasan, kemudian memberikan ketentuan-ketentuan, bahkan memberi sanksi-sanksi jika ada yang melanggar. Dan sudah seharusnya kalau ada orang yang mencela pemerintah diberikan hukuman.

”Sebab kalau di pembahasan fikih di dalam agama Islam. Itu memang disepakati oleh para ulama bahwa orang yang mencela pemerintah itu bisa diberi hukum ta’zir, hukum yang membuat dia jera, memberi efek jera di dalam hal ini,” jelasnya.

Terkait pembatalan pengiriman jemaah haji Indonesia, Dzulqarnain menyebut itu wewenang pemerintah. Karena itu, sebagai umat harus menaati. Apalagi keputusan itu didasari pertimbangan yang sangat matang.

”Pertama di dalam kaidah fikih dikatakan, ‘tasyaruful imam firoki iyatihi manutun ala maslaha’. Seorang pemimpin ketika dia memberikan keputusan ditengah rakyatnya itu dibangun diatas maslahat. Kalau dia memandang ada maslahat di dalam hal tersebut kenapa tidak ? Apalagi jika kebijakan tersebut dasarnya adalah karena menjaga keselamatan umat, karena masih masa pandemi Covid-19.,” terangnya.

 Menurutnya, penjagaan terhadap jiwa itu salah satu hal pokok untuk dijaga dan dipelihara di dalam agama. Dan di dalam sepanjang sejarah adanya umat Islam sendiri sudah lebih 40 kali tidak ada ibadah haji dengan berbagai pertimbangan, alasan dan sebab yang terjadi.

Baca Juga:  Di Kalbar, 46 Santri Yang Baru Pulang dari Pondok Positif Covid-19

”Saya harapkan kepada seluruh masyarakat hendaknya membuka pintu pembahasan dan bekerjasama dengan pemerintah. Kemudian memahamkan kepada masyarakat dan saudara-saudara kita yang harusnya sudah haji tapi karena ada pandemi dia batal haji, tak perlu dia khawatir,” ucapnya.

Ia menambahkan, menjadi tugas para ulama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, terutama bagi kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan keputusan pemerintah. Apalagi faktanya memang ada kelompok-kelompok yang memanfaatkan masalah ini untuk menyebarkan hoaks.

Padahal menurut pria yang pernah menempuh pendidikan di Yaman dan Arabia Saudi dalam konsep tata negara itu juga ada di dalam Islam, seperti hubungan antara pemerintah dan rakyat ada aturannya dan ada kesepakatan-kesepakatan ulama di dalamnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

UIN Suka Akan Berikan Gelar HC Kepada Imam Besar Al Azhar dan Paus Franciskus

Jakarta –  Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta akan memberikan gelar Honoris Causa …

ibadah umrah di masa pandemi

Persiapkan Haji dan Umrah Sejak Dini, Kemenag Susun Skema Vaksin & Booster Untuk Calon Jemaah Umrah

Jakarta – Pelaksanaan ibadah haji telah dua kali ditunda akibat adanya pandemi Covid- 19. Terakhir …