Yogyakarta Rektor Universitas Islam Negeri UIN Sunan Kalijaga Yogyakata Yudian Wahyudi meminta tidak ada lagi upaya membenturkan agama dan Pancasila Wacana sebagian orang yang menggunakan dalil dalil agama untuk menolak Pancasila harus dilawan Pihak yang paling tepat untuk melawan adalah mereka yang paham agama Kita diperintahkan Menteri Agama untuk deklarasi mengawal Pancasila dengan menawarkan Islam moderat Karena yang paham betul bahayanya itu kami Mereka memakai baju yang sama dengan kami Memakai dalil yang sama dengan kami Jadi kami tahu arah pembicaraan mereka Karena itu Menteri Agama memerintahkan kepada kami untuk menyebarkan dan memperkuat Islam moderat Dalam bahasa saya Islam moderat adalah Islam yang mengakui Pancasila UUD 1945 kebinekaan dan NKRI harga mati kata Yudian di Yogyakarta pekan kemarin Baca Juga Kampus Islam Bisa Bentuk Pola Beragama Yang ModeratYudian mengungkapkan praktik yang ada di UIN Sunan Kalijaga melalui program Ma had al Jami ah adalah penguatan paham kebangsaan bagi mahasiswa baru Selama dua semester pertama mahasiswa diperkenalkan secara intensif hubungan Islam dan Pancasila Diharapkan dengan begitu di masa kuliah selanjutnya mahasiswa sudah kebal dari pengaruh paham paham radikal yang datang dari luar UIN Sunan Kalijaga kini juga memiliki Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara Lembaga ini membuka Sekolah Pancasila yang mengundang mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk lebih memahami Pancasila Kita memahami Pancasila dengan cara cara milenial tidak terlalu indoktriner sehingga ketika mereka pulang pemahamannya sudah terbentuk tambah Yudian dikutip dari laman voaindonesia com Baca Juga Pejabat Kampus Harus Berani Ambil Sikap Antisipasi Penyebaran Islam Eksklusif TransnasionalPP 46 tahun 2019 merupakan berkah tersendiri bagi PTKIN di seluruh Indonesia Presiden Jokowi memberi peluang lebih besar bagi PTKIN dalam sejumlah urusan akademis Sebagian kewenangan Kemenristek Dikti dialihkan ke Kementerian Agama sebagai induk dari seluruh PTKIN Dengan kebijakan ini komunitas PTKIN meyakini mereka lebih mampu menerapkan kurikulum terkait program anti radikalisasi dan Islam moderat seperti yang diharapkan seluruh pihak

Tinggalkan Balasan