zeena ali 30 tahun polisi pertama di selandia baru 201117065827 679
zeena ali 30 tahun polisi pertama di selandia baru 201117065827 679

Zeena Ali, Senang Menjadi Polisi Pertama Berhijab di Selandia Baru

WELLINGTON – Negara-negara di eropa semakin banyak dihuni oleh polisi yang beragama muslim, Selandia Baru menjadi salah satu negara di eropa yang membolehkan polisi muslimah mengenakan hijab.

Zeena Ali (30) menjadi muslimah pertama yang lulus anggota Polisi Selandia Baru dan diperkenankan mengenakan hijab dalam bertugas. Peraturan tersebut menjadi sejarah bahwa seorang muslimah boleh menggunakan jilbab dan diterima menjadi anggota polisi.

Zeena merasa bangga dan senang diterima menjadi anggota polisi Selandia Baru, terutama tetap menggunakan atribut agamanya.

“Senang rasanya bisa bekerja sebagai Kepolisian Selandia Baru dan tetap menggunakan hijab sebagai bagian dari seragam saya. Saya harap akan lebih banyak perempuan Muslim yang ingin bergabung juga (di kepolisian),” katanya dilansir di About Islam dan dikutip dari laman republika. Selasa (17/11).

Ali lahir di Fiji dan pindah ke Selandia Baru saat masih kecil. Ali memutuskan bergabung dengan Kepolisian Selandia Baru setelah serangan teror di Christchurch yang menewaskan 51 Muslim.

“Saat itulah saya menyadari harus ada perempuan Muslim yang bertugas di kepolisian, untuk membantu dan memberikan mendukung kepada orang-orang Muslim di saat genting seperti ini. Jika saja saya bergabung dengan kepolisian lebih awal, saya pasti ada di sana untuk membantu,” katanya. 

Menurut Ali, kebanyakan perempuan Muslim takut berbicara kepada polisi. Bahkan lebih mungkin mereka akan menutup pintu saat seorang polisi datang dan mengajak bicara.

“Jika saja kita memiliki lebih banyak polisi perempuan di garis depan, tentu kita akan dapat mengurangi lebih banyak kejahatan,” ujarnya 

Muslim di Selandia Baru hanya sekitar satu persen dari total populasi. Mereka berasal dari imigran Muslim Asia Selatan dan Eropa Timur yang menetap di Selandia Baru pada awal 1900-an hingga 1960-an. Imigrasi Muslim skala besar dimulai pada 1970-an dengan datangnya orang Indian Fiji, diikuti pada 1990-an oleh pengungsi dari berbagai negara yang dilanda perang. Pusat Islam pertama dibuka pada 1959 dan sekarang terdapat beberapa masjid dan dua sekolah Islam.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Hilangkan Salah Paham Tentang Islam, Museum Canterbury Christchurch Gelar Pameran Masjid

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …