berhasil taklukkan afghanistan dari mana sumber dana taliban
berhasil taklukkan afghanistan dari mana sumber dana taliban

2 WN Malaysia Bersama Anggota ISIS-K Dilaporkan Ditangkap Taliban di Afghanistan

Kuala Lumpur – Pasca Taliban menguasai Afganistan, kekacauan masih terus terjadi, keamanan masyarakat sipil menjadi yang paling terancam, meski Taliban telah mengumumkan akan menjalankan roda pemerintahan secara damai dan melindungi hak-hak perempuan.

Kekacauan yang diakibatkan oleh belum stabilnya pemerintahan diperparah dengan serangan yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Islamic State of Irak and Syria Khurasan (ISIS-K). kelompok inilah yang bertanggungjawab atas meledaknya bom di bandara Kabul beberapa hari lalu.

Keberadaan ISIS-K menjadi ancaman bagi siapapun, karena paham yang dianutnya sama dengan ISIS yang pernah menguasai Irak, anggotanya juga berasal dari berbagai negara, mereka juga menganggap Taliban sebagai musuh bebuyutan.

Dua warga negara Malaysia dilaporkan ditangkap oleh Taliban di Afghanistan. Dua warga negara Malaysia itu dilaporkan ditangkap bersama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K di Afghanistan yang telah berperang melawan pasukan Taliban dan Amerika Serikat.

Dilansir media Inggris, The Times dan dikutip dari laman detikcom. Minggu (29/8/2021), Kepala intelijen Taliban Maulawi Saifullah Mohammed mengatakan bahwa dua WN Malaysia itu telah ditangkap bersama empat pejuang ISIS-K lainnya saat baku tembak pada Kamis (27/8) lalu.

“Empat orang Afghanistan, tetapi tampaknya dua lainnya orang Malaysia,” kata Saifullah.

Saifullah meyakini Taliban dapat menangkap dan mengalahkan ISIS-K.

“Mereka tidak sekuat yang mereka pikirkan. Kami baru saja mengalahkan tentara dari 36 negara NATO sehingga kami tahu kami dapat menangkap dan membunuh Daesh (IS) di mana pun kami menemukannya,” katanya.

Penangkapan ini terjadi saat pertempuran berkecamuk antara Taliban dan pejuang ISIS-K berlanjut di Kabul setelah serangan bunuh diri oleh ISIS-K di Bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk sekitar selusin tentara Amerika.

Baca Juga:  Wakil Dubes Afganistan Ingatkan RI Jangan Tiru Radikalisme di Negaranya

IS-K didirikan oleh anggota Taliban yang tidak puas, dan bertujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam di tempat yang dulu dikenal sebagai wilayah Khorasan, yang terdiri dari Iran timur laut saat ini, sebagian Afghanistan dan beberapa bagian Asia Tengah.

Warga Malaysia termasuk di antara ribuan pejuang asing yang bergabung dengan ISIS pada puncak perang di Irak dan Suriah.

Dalam dekade terakhir, lusinan warga Malaysia telah meninggalkan negara mereka untuk berperang dengan Negara Islam di Suriah dan negara-negara lain, meskipun beberapa telah diizinkan untuk kembali di bawah kondisi yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Tidak jelas berapa banyak yang tersisa di luar negeri.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa total ada 102 warga Malaysia diketahui telah meninggalkan negara itu untuk bergabung dengan ISIS, dan sekitar 40 dari mereka tewas dalam pertempuran.

Malaysia Cek Kebenaran

Pemerintahan Malaysia pun saat ini tengah meminta bantuan badan keamanan asing untuk mengkonfirmasi penangkapan 2 warganya oleh Taliban.

Dilansir Channel News Asia, Minggu (29/8/2021), Inspektur Jenderal Polisi Acryl Sani Abdullah Sani mengatakan pihak berwenang tidak memiliki informasi mengenai keterlibatan warga Malaysia dalam kelompok militan di Afghanistan.

Karena itu, pemerintah Malaysia meminta bantuan badan keamanan untuk mengkonfirmasi laporan itu.

“Kepolisian Kerajaan Malaysia telah meminta badan keamanan di luar negeri untuk mengkonfirmasi laporan serta tuduhan itu,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Investigasi juga sedang dilakukan untuk mengetahui apakah laporan tersebut melibatkan pejuang Negara Islam Malaysia yang sudah berada di luar negeri,” imbuh Sani.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …