perayaan idul adha
perayaan idul adha

4 Tokoh Penting dalam Sejarah Islam yang Wafat di Bulan Ramadan

Islam turun di Jazirah Arab 14 abad yang lalu. Dibawa oleh Nabi akhir zaman, bernama Muhammad Saw. Dalam perjalanannya, Islam kemudian melahirkan tokoh-tokoh besar pada zamannya. Hal itu tidak terlepas dari pengaruh kepemimpinan Nabi Muhammad Saw., yang mampu memberikan pendidikan dan keteladanan.

Di antara banyaknya tokoh-tokoh penting tersebut, ada yang mendapatkan kenikmatan wafat di bulan Ramadhan. Ya, di bulan penuh ampunan dan keberkahan tersebut, ada beberapa tokoh penting dalam Islam yang wafat. Tentu, wafatnya tokoh-tokoh tersebut menggoreskan duka bagi umat Islam. Lalu siapakah tokoh-tokoh penting yang mendapatkan keistimewaan tersebut?

Khadijah binti Khuwailid

Khadijah adalah istri Baginda Nabi Muhammad Saw. Ia orang pertama yang mengimani risalah kenabian yang dibawa oleh suaminya. Ia pula orang yang menguatkan Nabi Muhammad Saw., ketika pertama kali mendapatkan wahyu dari Allah. Ia termasuk ke dalam golongan assabiqunal awwalun atau orang-orang yang pertama memeluk Islam. 

Khadijah termasuk tokoh penting di awal-awal penyebaran agama Islam. Ia dengan ihlas dan ridha mendermakan seluruh hartanya untuk kemaslahatan umat. Ia dengan setia mendampingi suaminya yang saat itu mendapatkan tekanan dari para tokoh kafir Quraisy.

Menjelang wafatnya, Khadijah berkata kepada suaminya, Nabi Muhammad Saw., “Ya Rasulullah aku memohon maaf kepadamu, jika selama menjadi istrimu aku belum berbakti kepadamu.” Dengan berkaca-kaca, Nabi Muhammad Saw., menjawabnya, “Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya.”

Siti Khadijah menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 11 Ramadan tahun 10 H.

Ali bin Abi Thalib

Sama seperti Khadijah, Ali bin Abi Thalib termasuk ke dalam golongan assabiqunal awwalun. Ia adalah pemuda pertama yang memeluk Islam. Ia menikah dengan putri kesayangan Nabi Muhammad Saw., Fatimah. Dari pernikahannya tersebut, Ali mendapatkan dua putra bernama Hasan dan Husein. Hitti menggambarkan Ali sebagai seorang yang ramah, bersabar, saleh dan juga pemberani.

Baca Juga:  Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Yusuf

Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah keempat dari Khulafaur Rasyidun. Ia menjadi khalifah setelah Usman bin Affan ditikam oleh gerombolan pemberontak. Ketika menjadi seorang Khalifah, Ali berjasa dalam menginisiasi lahirnya ilmu nahwu dan ilmu-ilmu keislaman lainnya.

Ali bin Abi Thalib wafat pada tanggal 18 Ramadhan tahun 40 H atau bertepatan dengan tanggal 24 Januari 661 M. Ia wafat setelah terkena hantaman pedang beracun milik seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam.

Khalid bin Walid.

Tokoh penting ketiga yang wafat di bulan Ramadhan adalah Khalid bin Walid. Ia adalah panglima perang umat Islam. Dalam setiap pertempuran yang diikutinya, ia selalu menang. Oleh karena kemampuannya yang handal di medan perang, Nabi Muhammad Saw., menjulukinya sebagai pedang Allah.

Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, Khalid bin Walid diangkat menjadi panglima perang. Ia berjasa dalam memerangi kaum pemberontak yang murtad setelah Nabi Muhammad Saw., wafat. Pada masa yang sama, ia juga pernah memimpin 46.000 pasukan Islam dalam pertempuran melawan Byzantium yang berjumlah 240.000. Meski kalah jumlah, pasukan Islam yang dipimpin oleh Khalid berhasil memukul mundur pasukan Byzantium.

Khalid bin Walid meninggal pada masa Khalifah Umar bin Khathab. Tepatnya pada tanggal 18 Ramadhan 18 Ramadhan tahun 21 H.

Fatimah az-Zahra binti Muhammad Saw

Fatimah adalah putri bungsu Nabi Muhammad Saw., dengan Khadijah. Ia putri tersayang Nabi Muhammad Saw. Ia lahir di Makkah. Tepat lima tahun sebelum ayahnya menerima wahyu yang pertama.

Fatimah kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Peristiwa penting tersebut terjadi tak lama setelah Nabi Muhammad Saw., hijrah dari Makkah ke Madinah. Dari pernikahan tersebut, lahirnya dua putra bernama Hasan dan Husein.

Baca Juga:  Imam Abu Hanifah: Generasi Tabiin Pendiri Madzhab

Ketika Nabi Muhammad Saw., wafat, Fatimah menjadi orang yang sangat terpukul atas kematian ayahnya tersebut. Ia tidak mau makan dan minum. Kebahagiaan juga hilang dari wajahnya. Tepat enam bulan setelah Nabi Muhammad Saw., wafat, Fatimah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia wafat pada tanggal 3 Ramadhan tahun 11 H.

Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah menyebutkan bahwa Fatimah adalah satu-satunya anak yang menyaksikan ayah tercintanya, Nabi Muhammad Saw., wafat.

Itulah empat tokoh penting dalam sejarah Islam yang wafat pada bulan suci Ramadhan. Semoga Allah Saw., menempatkan mereka di sisi-Nya yang mulia. Dan Semoga kita bisa meneladani keempat tokoh tersebut, baik dalam ucapan dan perilaku. Demikian.

Bagikan Artikel ini:

About Nur Rokhim

Avatar of Nur Rokhim
Mahasiswa Pasca Sarjana Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga. Aktif di Majalah Bangkit PWNU DIY

Check Also

musa dan firaun

Kisah Nabi Musa dan Firaun: Adab Mengkritik Seorang Penguasa yang Sangat Dzalim

Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya …

makkah

Ketika Masjidil Haram Ditutup karena Wabah Melanda

Presiden Jokowi telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai tanggal 3-20 Juli mendatang. …