Masjid yang dihancurkan China di Xinjiang
Masjid yang dihancurkan China di Xinjiang

40 LSM Dunia Boikot Pembangunan Hotel Hilton di Bekas Masjid Uighur

Beijing  – Pemerintah China telah menyetujui pembangunan hotel internasional, Hilton Worldwide di tanah bekas Masjid Uighur di Provinsi Xinjiang. Tahun 2018 lalu, masjid Uighur itu dihancurkan paksa oleh otoritas China.

Rencana itu langsung disambut protes. Sebanyak 40 lebih organisasi hak-hak sipil Muslim-Amerika x mengumumkan kampanye untuk memboikot pembangunan hotel tersebut, Kamis (16/9/2021).

Berbicara pada konferensi pers yang diadakan di depan markas Hilton di Virginia, Council on American-Islamic Relations (CAIR), mengatakan bahwa mereka telah bernegosiasi secara tidak langsung dengan grup hotel yang meminta mereka untuk bergabung. CAIR meminta mereka membatalkan rencana konstruksi, tetapi pembicaraan itu tidak berhasil.

“Hari ini, kami mengumumkan kampanye boikot global terhadap Hilton,” kata direktur eksekutif CAIR Nihad Awad dilansir dari Aljazirah via laman republika.co.id, Jumat (17/9/2021).

Awad menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berkontribusi pada penghancuran budaya Uighur.

Pemerintah China telah melakukan kampanye panjang untuk memusnahkan penduduk Uighur yang sebagian besar Muslim dengan penahanan massal, sterilisasi paksa, memisahkan anak-anak dari keluarga dan menghancurkan lokasi agama dan budaya. Pemerintah China membantah tuduhan internasional tersebut.

Situs yang memicu boikot adalah sebuah masjid di prefektur Hotan, yang dihancurkan pada 2018, yang rencananya akan diubah menjadi hotel Hampton Inn.

Awad mengatakan mereka diberitahu tentang proyek yang diusulkan pada awal Juni. Dan pada Juli, komisi Kongres Amerika Serikat bipartisan meminta Hilton Worldwide untuk tidak mengizinkan namanya dikaitkan dengan proyek hotel.

Menurut penelitian oleh lembaga Kebijakan Strategis Australia, sekitar 16 ribu masjid di 900 lokasi di Xinjiang hancur sebagian atau seluruhnya dan ini terjadi antara 2017 dan 2020.

Beberapa masjid yang masih berdiri pun tidak lagi memiliki menara masjid dan itu sengaja dihancurkan di tempat-tempat yang diawasi ketat oleh China.  Kehancuran telah diverifikasi laporan di lapangan, dan membandingkan foto satelit dari tahun-tahun sebelumnya hingga sekarang.

Baca Juga:  Syekh Ali Jum'ah Sebut Banyak Yang Piawai Ceramah Tapi Minim Ilmu

Para pejabat di Beijing mengatakan awal tahun ini bahwa tidak ada situs keagamaan di Xinjiang yang dihancurkan atau dibatasi secara paksa. China bahkan mengundang mereka untuk mengunjungi daerah tersebut.

PBB dan kelompok hak asasi memperkirakan bahwa satu juta orang Uighur dan etnis minoritas lainnya ditahan di kamp-kamp tempat mereka bekerja di Xinjiang.

China awalnya membantah kamp-kamp itu ada, tetapi kemudian mengatakan bahwa itu adalah pusat kejuruan yang dirancang untuk memerangi ekstremisme.

China telah membantah tuduhan bahwa mereka menganiaya minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, atau bahwa kerja paksa dilakukan di sana.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …