keistimewaan ramadan
Ramadhan 1443 H

5 Bukti Allah Mengistimewakan Umat Islam melalui Ramadan

Nabi Muhammad merupakan manusia istimewa yang diberikan amanat Allah untuk menyampaikan wahyu sebagai utusan terakhir di akhir jaman. Sebagai nabi terakhir, tentu umat yang hidup di masanya hingga sekarang ini merupakan umat terakhir juga. Yap, kita inilah yang disebut dengan manusia akhir zaman.

Ternyata sebagai umat Rasulullah, kita sebagai umatnya juga dimuliakan oleh Allah. Allah mengistimewakan umat Nabi Muhammad dengan nikmat-nikmat yang agung dan pemberian yang mulia. Bahkan, sebagian pemberian Allah berikan secara khusus hanya kepada umat ini, tidak kepada umat-umat sebelumnya.

Saking mulia umat Nabi Muhammad, Allah mengistimewakan umatnya dengan nikmat yang agung. Dalam sebuah hadits Al-Baihaqi, Rasulullah bersabda, “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan, lima pemberian yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelumku yaitu: pertama, pada awal bulan Ramadhan, Allah subhanahu wata’ala melihat umatku. Siapa yang dilihat oleh Allah, maka dia tidak akan disiksa untuk selama-lamanya. Kedua, bau mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah lebih baik dari bau minyak misik (kasturi). Ketiga, para Malaikat memohon ampunan untuk umatku siang dan malam. Keempat, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan (penjaga) surga-Nya, Allah berkata kepadanya ‘Bersiap-siaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hamba-Ku, mereka akan beristirahat dari kesulitan hidup di dunia menuju tempat-Ku dan kemuliaan-Ku’. Kelima, pada akhir malam bulan Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa mereka semuanya.”

Kehadiran ibadah Ramadan adalah bukti Allah memberikan keistimewaan kepada umat Nabi. Tentu keistimewaan ini karena Ramadan bernilai istimewa.

Pertama, tidak di siksa selama-lamanya. Allah melihat umat Nabi Muhammad dengan pendangan penuh perhatian dan rahmat, sehingga orang yang dilihat oleh Allah dengan pandangan tersebut tidak akan disiksa selamanya disebabkan rahmat Allah kepadanya.

Baca Juga:  Ada Apa dengan Sya'ban (6): Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban

Kedua, bau mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah lebih baik dari bau minyak misik (kasturi). Dengan menjalankan ibadah puasa, Allah akan memberikan pahala yakni orang yang menjalankan ibadah puasa wanginya orang berpuasa akan melebihi harumnya minyak misik. Atau bisa juga diartikan bahwa orang berpuasa akan mendapatkan pahala melebihi orang yang menggunakan minyak misik.

Maka Imam asy-Syafi’ipun menghukumi makruh melakukan siwak setelah waktu dzuhur, karena siwak bisa menghilangkan bau mulut orang berpuasa, sementara bau mulut orang puasa lebih baik dari minyak misik.

Ketiga, para Malaikat memohon ampunan untuk umatku siang dan malam. Dalam surat al-Baqarah ayat 30, malaikat merasa dirinya lebih sempurna dibandingkan manusia yang sebenarnya akan menimbulkan kerusakan dimuka bumi. Namun Allah Maha Mengetahui apa yang hambanya tidak ketahui.

Maka untuk menebus kesalahannya, maka para malaikat diperintahkan Allah memohon ampunan untuk menutupi kekeliruan tersebut. Dengan memohon ampunan untuk Nabi Muhammad, dan Nabi Muhammadpun meminta malaikat untuk mendoakan umatnya siang dan malam. Inilah kenikmatan luar bisa yang tidak Allah berikan pada selain umat Nabi Muhammad.

Keempat, Allah memerintahkan (penjaga) surga-Nya, Allah berkata kepadanya ‘Bersiap-siaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hamba-Ku, mereka akan beristirahat dari kesulitan hidup di dunia menuju tempat-Ku dan kemuliaan-Ku’. Maksud kalimat diatas ialah surga sudah mempersiapkan dirinya dengan penuh kenyamanan dan kenikmatan selama bulan puasa untuk orang-orang yang berpuasa.

Kelima, pada akhir malam bulan Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa mereka semuanya.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah itu lailatul qadr wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Tidak, tidakkah kamu mengetahui bahwa para pekerja, apabila mereka selesai dari pekerjaannya, niscaya akan dibayar upahnya.” (HR al-Baihaqi).

Bagikan Artikel ini:

About Ernawati

Avatar of Ernawati

Check Also

hidayah adalah misteri ilahi

Hidayah adalah Misteri Ilahi, Manusia Hanya Berdakwah

Hidayah merupakan pangkal dari segala kebaikan. Biasanya identik dengan dimulainya kebaikan dalam diri seseorang. Terkadang …

doa dan air mata

Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Doa bukan sekedar permintan tetapi memberikan makna tersendiri bagi umat beragama, termasuk muslim. Doa merupakan …