Banyak kita dengar tentang istilah kasih orang tua kepada anak tiada tara. Orang tua menyayangi anaknya tanpa mengharap imbalan apapun, mereka menyayangi anak-anaknya dengan keikhlasan yang ada dalam dirinya. Oleh karenanya Allah senantiasa menspesialkan seorang anak yang mampu berbakti kepada orang tuanya. 

Oleh karena itu bagi setiap muskmin wajib mengetahui bagaimana cara untuk menjalankan kehidupan berkeluarga terlebih kepada orang tua dan seorang anak. Nilai etika dan adab di antara keduanya merupakan bagian terpenting untuk menjaga rasa menghormati di antara keduanya.

Islam telah menganjurkan cara untuk bagai menjaga nilai-nilai ahklak dari anak terhadap orang tuanya. Ada hak serta kewajiban yang selama ini tergerus oleh kemajuan jaman, yang semestinya nilai etika tersebut tidak boleh di tinggalnya, karena dengan menjaga etika kepada orang tua merupakan sebuah jalan untuk meraih keridhoan Allah.

Sebagaimana kita ketahui bahwa, salah satu kunci seorang mukmin dapat masuk surga di antaranya dengan cara berbakti kepada orang tuanya, serta mampu menjaga etika yang terpuji dihadapannya.

Menurut Imam al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444), sekurang-kurangnya ada tujuh adab anak kepada orang tua sebagai berikut:

“Adab anak kepada orang tua, yakni mendengarkan kata-kata orang tua, berdiri ketika mereka berdiri, mematuhi sesuai perintah-perintah mereka, memenuhi panggilan mereka, merendah kepada mereka dengan penuh sayang dan tidak menyusahkan mereka dengan pemaksaan, tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada mereka, dan tidak sungkan melaksanakan perintah-perintah mereka, tidak memandang mereka dengan rasa curiga, dan tidak membangkang perintah mereka.”

1. Mendengarkan kata-kata orang tua.

Setiap orang tua berbicara hendaknya seorang anak harus mendengarkan terlebih ketika mereka memberikan nasihat. Seorang anak hendaknya tidak memotong pembicaraan orang tua ketika berbicara, apalagi menyanggahnya.

2. Berdiri ketika mereka berdiri.

Bila orang tua berdiri, hendaknya anak juga berdiri. Sikap ini mencerminkan sikap siap yang harus dimiliki seorang anak, ketika mendadak orang tua membutuhkan bantuan sewaktu-waktu.

3. Mematuhi perintah-perintah mereka.

Perintah orang tua terhadap anak wajib dipatuhi, kecuali jika bertentangan dengan syariat Islam. Begitu pula perintah yang sekiranya melebihi batas kemampuan seorang anak. Namun, dalam penolakan terhadap perintah tersebut seorang anak harus dengan kata-kata yang lembut.

4. Memenuhi panggilan mereka.

Seorang anak hendaknya segera menjawab panggilan orang tua begitu mendengar suara orang tua memanggilnya. Terlebih jika panggilan tersebut dimasukkan untuk memenuhi kewajiban kita sebagai seorang muslim.

5. Merendah kepada mereka dengan penuh sayang dan tidak menyusahkan mereka dengan pemaksaan.

Meski seorang anak merupakan anak yang alim dan pintar, namun hendaknya anak tersebut tetap taat kepada orang tuanya, meski dahulunya orang tua kurang bisa memenuhi kebutuhan mereka untuk menjadi seorang alim dan pintar.

6. Tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada mereka, dan tidak sungkan melaksanakan perintah-perintahnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang tua dahulunya mengasuh serta membesarkan anak-anaknya tanpa mengenal rasa lelah dan meski begitu, orang tua senantiasa selalu menyayangi anaknya. Sudah seyogyanya seorang anak juga berusaha menyenangkan hati orang tua dengan melaksanakan apa yang menjadi perintahnya.

7. Tidak memandang mereka dengan rasa curiga dan tidak membangkang perintah mereka.

Seorang anak harus memiliki prasangka yang baik terhadap orang tua mereka. Karena tidak ada orang tua yang menginginkan keburukan bagi anaknya. Selain itu anak tidak boleh membangkang perintah-perintahnya sebab mematuhi orang tua hukumnya wajib.

Tentu semua kebaikan di atas hanya bagian kecil dari seorang anak untuk menunjukkan bakti dan kasih sayang terhadap orang tua. Kepatuhan seorang anak kepada orang tua adalah cermin bakti yang luhur. Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi pembangkang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.