Buah Puasa

Agar Puasamu berkelas! Pahami 4 Filosofi Puasa Ini

Ramadan memang sebuah kebahagian luar biasa bagi seluruh umat Islam. Bulan ini layaknya festival keagamaan yang berlangsung lama dalam sebulan. Panorama keindahan ritual agama dan kidung keagamaan bersautan dari fajar terbit hingga senja menutup surya. Itulah bulan suci yang sangat mahal bahkan tiada nilai harganya bagi umat Islam.

Beruntung, mereka yang pernah berpuasa. Puasa adalah ibadah purba yang terdapat dalam setiap agama, termasuk Islam. Lihatlah para nabi-nabi sebelumnya juga diperintahkan melaksanakan ritual ini. Lalu, apa sebenarnya puasa yang dimaksudnya oleh Tuhan Sang Maha Misteri kepada setiap umat.

Jika anda sekedar menjalankan ritual ini secara formal, tentu tidak akan pernah menyadari mahalnya nilai dan megahnya makna puasa dalam dirimu. Bahkan mungkin kita akan jatuh pada peringatan Nabi yang berpuasa mendapatkan hadiah lapar dan haus belaka. Tidak ada makna dan nilai yang membekas dalam sanubari orang berpuasa.

Karena itulah, mari berpuasa dengan mencoba menggali nilai puasa. Pertama, puasa mengajarkan kita menghargai hal sepele menjadi sangat berharga dengan rasa syukur. Air putih ketika di luar puasa mungkin terlihat sepele. Makanan yang kurang enak ketika tidak berpuasa mungkin kurang menggairahkan. Namun bayangkan ketika anda berpuasa. Semua makanan apapun menjadi nikmat.

Pelajaran penting adalah bahwa kenikmatan adalah bukan tentang hidangan apa tetapi sejauhmana kita menikmati. Menu terbaik adalah lapar. Dan dengar lapar anda akan terbiasa untuk mencerna rasa syukur terhadap makanan apapaun.

Kedua, puasa mengajarkan kita bahwa setiap hidup memiliki aturan. Tidak hanya sekedar persoalan yang haram, bahkan yang halal pun harus memiliki aturan. Puasa tidak hanya melarang yang haram, bahkan yang halal seperti makan minum pun harus memiliki aturan. Mengkonsumsi yang halal atau dalam arti luas melakukan kebaikan harus pula memiliki aturan. Tidak semua kebaikan bisa melabrak norma dan etika.

Baca Juga:  Menjadi Muslim yang Ramah dengan Perbedaan

Ketiga, puasa itu mengajarkan manusia menggunakan akal bukan sekedar naluri. Ketika

Dalam kondisi lapar manusia langsung melahap semua makanan yang ada di hadapannya. Itulah naluri manusia dan binatang pun juga akan melakukan hal sama.

Ketika kita berpuasa, kita diajarkan untuk tidak sekedar mengandalkan naluri yang sama dengan binatang. Puasa mengajarkan kita untuk mengontrol dirinya dengan akal budi. Ketika lapar apakah kita sudah mempertimbangkan makanan ini halal atau milik kita? Puasa mengajarkan kita untuk mempunyai akal budi dalam mencerna kebutuhan, bukan sekedar naluri.

Keempat, puasa mengajarkan peduli. Puasa tidak hanya mengajarkan simpati yang berbusa-busa dengan kata-kata. Ibadah ini mendidik umatnya untuk tidak hanya berpura-pura simpati tetapi mengajak kita untuk merasakan betapa pedihnya untuk menjadi lapar. Puasa mengajak kita bagaimana rasanya perut kosong dengan tetap beraktifitas.

Pelajarannya puasa mengajarkan kita untuk bukan sekedar bersimpati tetapi menumbuhkan empati dengan merasakan penderitaan orang lain dan menikmati pengalaman orang yang lapar. Puncaknya puasa akan mempraktekkan bagaimana membantu sesama dalam bentuk zakat.

Mari berpuasa dengan sepenuh jiwa, raga dan hati. Semoga puasamu bukan sekedar berkah, tetapi berbekas dalam dirimu

Bagikan Artikel

About Farhah Salihah