Mantra Sunan Kalijaga

Kidung Lingsir Wingi : Doa Memohon Perlindungan dari Gangguan Makhluk Ghaib

Karena ketidaktahuan akan sejarah dan makna kadang sebuah pesan disalahartikan dan dimanfaatkan pada tempat yang salah. Misalnya seperti Kidung Lingsir Wingi. Banyak masyarakat justru mengaitkan kidung ini dengan kebiasaan memanggil kuntilanak.

Tentu hal Ini terjadi karena berawal dari tontonan film yang berjudul Kuntilanak yang menggunakan kidung ini sebagai lagu utama pemanggil setan. Padahal jika mengetahui sejarahnya, justru kidung ini digubah untuk melindungi dari ganggung jin dan makhluk halus bukan malah memanggil makhluk ghaib seperti kuntilanak.

Jika ditelusuri secara mendalam, Kidung Lingsir Wengi berasal dari gubahan syair yang bernuansa relijius yang diciptakan oleh Raden Mas Said atau yang kita kenal dengan Sunan Kalijaga. Dalam kidungnya, Sunan Kalijaga selalu memadukan nilai-nilai kehidupan dan nilai sufistik keislaman.

Sunan Kalijaga memang dikenal penyebar Islam salah satu tokoh dari Walisongo yang menggunakan pendekatan seni dan budaya untuk media dakwahnya. Memakai budaya yang ada di masyarakat merupakan cara Sunan Kalijaga sebagai jalan alternatif dakwahnya.

Sunan Kalijaga melakukan internalisasi nilai Islam ke dalam budaya Jawa. Dengan memasukan nilai-nilai Islam ke dalam kebudayaan jawa tersebut, Islam tidak hanya dikenal masyarakat Jawa tetapi menjadi bagian dari kebudayaan Jawa.

Salah satau gubahan pentingnya adalah Kidung Lingsir Wengi untuk memikat masyarakat Jawa pada masa itu. Tujuan dalam menciptakan Kidung Lingsir Wengi yakni untuk menolak bala atau mencegah perbuatan makhluk gaib yang ingin menganggu.

Kita tau bahwa sebagian ucapan adalah doa. Dalam lirik kidung Lingsir Wengi merupakan sebuah tembang yang berisikan dengan doa. Kidung Lingsir Wengi dibuat seperti “unen-unen” yang dalam masyarakat Jawa dimaknai sebagai pengganti dzikir setelah salat malam.

Tapi kini lantunan kidung Lingsir Wengi banyak dimodifikasi sehingga memiliki makna yang mampu membuat bulu kuduk merinding ketika mendengarkan. Bukan malah membuat tentram, kidung ini malah membuat orang ketakutan ketika ada yang menyanyikannya.

Baca Juga:  Keutamaan, Amalan dan Doa di Malam 27 Rajab

Di zaman dahulu, Sunan Kalijaga banyak menyaksikan masyarakatnya yang memiliki anak kecil digendong dan dinyanyikan tembang lembut supaya membuat anaknya tertidur. Ini menginspirasi syiar Sunan Kalijaga untuk membuat sebuah tembang pengantar tidur yang memiliki makna kehidupan serta nasihat untuk kebaikan.

Kidung ini juga biasanya dinyanyikan oleh ibu untuk menidurkan anaknya di ketika malam hari, dengan harapan agar si anak diberikan perlindungan oleh Allah. Selain itu, ternyata metode menyanyikan kidung yang sarat akan makna seperti ini sangat bermanfaat bagi anak. Saat anak dalam kondisi setengah tidur, alam bawah sadarnya dapat menerima masukan dan kalimat dengan sangat baik.

Berikut merupakan lirik lagu Lingsir Wengi yang dibuat oleh Sunan Kalijaga yang belum dimodifikasi seperti yang banyak di dengarkan sekarang. 

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno (Menjelang malam, dirimu akan lenyap)

Ojo tangi nggonmu guling (Jangan bangun dari tempat tidurmu)

Awas jo ngetoro (Awas jangan menampakkan diri)

Aku lagi bang wingo wingo (Aku sedang dalam kemarahan besar)

Jin setan kang tak utusi (Jin dan setan kuperintahkan)

Dadyo sebarang (Jadilah apa saja)

Wojo lelayu sebet (Untuk mencabut nyawamu)

KIdung Lingsir Wengi menggunakan pakem gending Jawa yaitu Macapat. Salah satu pakem yang termasuk ke dalam Macapat adalah pakem Durma yang digunakan pada lagu Lingsir Wengi. Lagu yang memakai pakem Durma mencerminkan suasana yang keras, sangar, suram, kesedihan, bahkan bisa mengungkapkan sesuatu yang mengerikan. Karena alasan inilah, kidung Lingsir Wengi ditembangkan dengan tempo pelan, lembut, dan sangat menyayat hati.

Hakikat berdoa adalah memohon dengan sungguh-sungguh seorang hamba yang hina di hadapa Sang Agung. Setiap ucapan adalah doa. Tidak perlu berbahasa Arab ketika berdoa. Doa justru akan lebih mujarab jika sang pemohon memahami artinya dan berdoa dengan penuh khusu’ dan ikhlas.

Bagikan Artikel

About Imam Santoso

Avatar