Muhammad bin Tayyib bin Muhammad bin Jafar bin Al Qassim Al Qadi Abu Bakar Al Baqilani Al Bashra lahir pada tahun 338 402 H 950 1013M Ia juga dikenal sebagai syechulsunnah lisanulummah dan mutakallim ahlussunnah waljamaah dan Ahlul hadis serta pengikut Abi Hassan Al Asyari Al Baqilani termasuk tokoh besar pendukung Asy ari setelah Abu Hassan Al Asyari dan sebagai pembaharu pada abad keempat hijriyah Guru Guru al Baqilani adalah Imam Abi Hassan Al Asyari Addaruqutni Ibnu Mujahid Attai Abi Hassan Albahili Ahmad bin Jaafar Alqutai Abu Ahmad Al Askari Abu Sahal Assauluky Abu Bakar Al Abhari Abu Abdullah Muhammad bin Khafif Alsirazi dan Ibn Abi Zeid Alqaeruni Mereka ini adalah ulama ulama yang terkenal pada masanya dalam berbagai bidang keagamaan mulai dari ushul fiqih ushuluddin ulumul qur an ulumul hadis dan berbagai cabang ilmu lainnya Sementara para ulama besar yang belajar dari Al Baqilani adalah Abu Zar Abdu bin Ahmad Al Harawi Al Maliki Al Asyari Ia merupakan salah satu pengikuti Al Baqilani yang mengajarkan Ahlussunnah waljaamah di Mesjidil Haram dan dari situ berkembang ke Magrib Alqadi Abu Muhmmad Abdul Wahab bin Nasser Albagdhadhi dan Almaliki Abou Abdullah Al Azdi Abu Taher Alwaid Muhammad bin Ali Almaruf ibnu Al Anbari Abu Imran Al Fasi Abu Qassim Al Azhari Assaerafi dan Abu Alfadl Ubaedillah bin Ahmad Almagri Ulama ulama memuji al Baqilani dengan pujian yang sangat tinggi karena keluasan ilmunya dan kerendahan hatinya kesibukannya beribadah dan pengabdiannya dalam dunia keilmuan Buku bukunya menjadi perhatian besar para pencinta pencinta ilmu ushul fiqih dan aqidah Ia dikenal sebagai pendukung mazhab Maliki dalam ushul fiqih dan tokoh utama Asy ari dalam bidang aqidah dan termasuk pembaharu pada abad ke empat Baca juga Aljuwaini Imamul Haramaen tokoh ulama Ahlussunnah waljamaah Ibnu Taimiyah sendiri mengatakan bahwa Al Qadi Al Baqilani adalah tokoh utama Al asy ari yang paling ideal tidak ada yang menyamainya sebelum dan sesudahnya Ia betul betul mewakili Imam Abu Hassan Alasyaari dalam pengetahuan ushulnya Sementara Azzahabi dalam bukunya Saerul A lamul Nubala mengatakan bahwa Al Baqilani adalah seorang imam yang cerdas yang telah menyusun buku buku yang menentang pandangan pandangan kelompok arrafidho mutazila khawarij jahamiyah dan Karamiah Setiap harinya ia menulis tiga puluh sampai lima puluh lembar yang memuat pandangan pandangannya tentang keagamaan dalam menjawab berbagai persoalan yang muncul pada masanya khususnya yang terkait dengan keyakinan keyakinan keagamaan yang lahir dalam kelompok Islam sendiri dan yang datang dari luar agama islam sendiri Ia sangat keras membela kebenaran dalam hal mensucikan tuhan dari hal hal yang baru yang sama dengan makhuknya Karena itu ia berpandangan bahwa Tuhan bebas dan suci dari tempat batas volume dan similarisasi Sebagaimana dijelaskan dalam kitabnya Al Insaf Fi Ihalatil Ittisafi bari bissimmatinaqsi fihaqqihi jallatsifatihi ia mengatakan bahwa setiap orang wajib mengetahui bahwa semua yang memberikan indikasi kebaharuan atau sesuatu yang mengindikasikan kekurangan naqs maka tuhan suci dan bersih dari semua itu Tuhan bebas dan suci dari dimensi yang bersifat baharu tuhan juga tidak bisa disifatkan berubah dan berpindah tidak berdiri dan tidak duduk karena ia tidak seperti dengan makhluknya Dalam hal istiwa ia mengatakan bahwa istiwa tuhan tidak seperti dengan istiwa makhluk dan kita tidak bisa mengatakan bahwa arsy itu memiliki tempat dan ketetapan karena sesungguhnya Allah sudah ada sebelum tempat itu ada dan ketika ia menciptakan tempat maka ia tidak berubah dari yang sebelumnya Al Baqilani juga menegaskan bahwa Tuhan tidak bisa disifatkan memiliki anggota tubuh untuk mengetahui segala yang akan dan telah diketahui Ia maha mendengar dan maha melihat tetapi pendengarannya dan penglihatannya bukanlah dengan anggota tubuh karena tuhan maha suci dari segala anggota dan alat alat untuk mengetahui hal itu Jika seseorang memberikan sifat kepada tuhan seperti turun seperti turunnya manusia dan duduk seperti duduknya manusia maka itu akan menggiring ke pemahaman yang akan mempersamakan manusia dengan tuhannya dan juga jika meyakini bahwa tuhan memiliki tangan dan anggota tubuh tetapi tidak seperti makhluknya hal yang demikian itu akan menggiring kepada pemahaman bahwa tuhan menempati sesuatu dan memiliki bentuk dan yang demikian itu akan menggiring ke pemahaman bahwa tuhan memiliki dimensi Yang demikian ini akan membawa pemahaman bahwa tuhan ada pada satu tempat padahal menurut Albaqilani bahwa tuhan telah ada sebelum tempat dan waktu itu ada Hidupnya yang sarat dengan pengabdian dan pembelajaran setiap saat telah berhasil menyusun beberapa kitab diantaranya sebagai berikut Al Insaf Fima Yajibu Itiqaduhu wala yajuzuh jahlu bihi Tamhidul Awail Wa Talhisul Dalail Attaqrib Wal Irsyad I jazul Quran Kaefiaytul Istishad firraddi Ala Ahli Juhdi wal Inad Syarhul Luma filraddi Ala Ahli Zaegi Walbida I Alfaqu baenalal mujizatu Anbiya wa karamatulsolihin Al Ibanah an ibtali mazhab Ahlulkufri waddalala Arraddu alalmu tazila fima sytabaha alaihim mintakwilil qur an arraddu Alarrafidah wal mut tazila walkhawarij wal jahamiyah almuqaadimat fi usulil diyanah Al Insaf fi asbabul hilaf dan masih banyak lainnya Wallahu a lam

Tinggalkan Balasan