Manja seringkali berarti sikap yang kurang baik. Manja diartikan kurang mandiri, lebih menampakkan sisi lemahnya, dan tergantung. Bagi seorang anak sifat manja seringkali tidak baik karena tidak mendidik kemandirian dan selalu tergantung. Mudah menangis ketika menghadapi masalah.
Pun juga bagi kamu yang sedang berpasangan. Ada kalanya kamu memiliki pasangan atau kamu adalah pasangan yang manja. Minta diantar atau selalu ditemani, minta selalu ada di dekatnya, minta selalu dikabulkan segala permintaannya.
Namun, sifat manja menunjukkan hal yang tidak jaim dan sok kuat. Ada sisi kelemahan yang ditampakkan yang tidak ditutupi. Cermin sikap jujur yang untuk mengandalkan orang yang disayangi. Dan orang yang manja jujur dan percaya dengan sandaran hatinya.
Kamu Hanya Bisa Manja yang Sesungguhnya kepada Allah
Manja yang sesungguhnya dan positif hanya kepada Allah. Merasa dirinya lemah, tidak mandiri dan tak berdaya kecuali karena pertolongannya. Manja yang sesungguhnya adalah selalu tergantung kepada Allah atas semua keinginan dan kemauan. Manja yang sejati hanya kepada Allah yang merasa selalu ingin didekatNya dan selalu ingin ditemaniNya.
Tempat kita mengeluh, menangis, meminta dan memohon. Dialah Allah Maha Segalanya. Dzat yang sesungguhnya bagi kita untuk selalu bermanja. Tidak merasa diri angkuh dan sok kuat atas segala ujian dan musibah. Manja kepada Allah jujur dalam dirinya membutuhkan dan tergantung pada Nya.
Lalu, apakah Allah akan senang dengan kita yang manja kepadaNya? “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).
Meminta kepada Allah adalah ibadah. Allah sangat tidak suka dengan orang yang sombong yang merasa tidak butuh diriNya. Allah suka hamba yang manja yang menggantungkan segalanya kepadaNya. Merasa hina dan lemah di HadapanNya. Dan selalu mengandalkanNya saat merasa sendiri dan galau.
Bermanja melalui doa dan permohonan kepada Allah adalah bagian dari orang yang mulia di sisi Nya. Nabi bersabda : “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. At Tirmidzi).
Allah Sandaran Ternyaman dalam Hidup
Bermanjalah hanya kepada Allah. Jangan pernah gantungkan hidupmu kepada manusia. Gantungkanlah dan sandarkan hidupmu kepada Dzat yang memberikan kehidupan. Jangan gantungkan permintaanmu kepada manusia. Gantungkanlah dan sandarkanlah kebutuhan dan keinginanmu kepada Sang Maha Pengabul Permintaan.
Bermanja dan memohon kepada Allah bukan sekedar ibadah, tetapi memang perintah Allah kepada manusia. Perintah berdoa ini jelas bisa dipahami dalam al-Qur’an suat al-Ghafir ayat 60 : “Tuhanmu berkata: berdoalah (memintalah) kepadaku karena Aku akan mengabulkan permintaanmu”.
Sandaran paling nyaman dalam hidup adalah Allah. Dia Maha Tahu yang bahkan tahu keinginan manusia sebelum mengucapkan. Dia Maha Memberi yang bahkan memberikan kenikmatan kepada manusia sebelum meminta.
Dengan sandaran paling nyaman itu terkadang manusia lalai. Manusia merasa angkuh dan sombong untuk mengeluh, menangis dan memohon kepada Allah. Seolah apa yang terjadi dan dinikmati selama ini adalah hasil dari usahanya sendiri.
Manja kepada Allah pada akhirnya menumbuhkan optimisme dan motivasi dalam hidup. Tidak ada masalah yang tidak akan tuntas ketika meratap kepadaNya. Tidak ada solusi yang sepenuhnya solusi ketika sudah menangis dan bersimpuh di hadapanNya.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah