Amalan Rahasia Abu Bakar As-Syibli, Hingga Dikecup Rasulullah SAW

0
1874
amalan cinta rasul

Menurut riwayat, ulama berbeda pendapat dengan nama Abu Bakar As-syibli, yang di antaranya adalah Dalf bin Ja’far, Jahdar bin Dalfi, Dalf bin Ja’tar, Dalf bin Ja’unah, dan Ja’far bin Yunus. Beliau termasuk pembesar para ulama Sufi. As-Syibli dilahirkan di kota Baghdad Irak dan dimakamkan (334 H) di kota yang sama di usianya 87 tahun.

Diceritakan dalam Kitab Nashoihul Ibad, As-Syibli datang bersilaturahim di kediaman Abu Bakar bin Mujahid. Menurut riwayat, nama lengkap Ibnu Mujahid adalah Ahmad bin Musa bin Abbas At-tamimi. Ibnu Mujahid merupakan seorang ulama ahli qira’at al-qur’an di zamannya. Di antara kitab karangan Ibnu Mujahid yaitu “Kitab Al-Qira’at Al-Kabir dan “Qira’at ibn Katsir”.

Ketika As-Syibli tiba di kediamannya, Ibnu Mujahid merangkul As-Syibli, kemudian mencium di antara kedua matanya. Merasa aneh, As-Syibli mencoba menanyakan atas alasan apa Ibnu Mujahid menciumnya.

Ibnu Mujahid bercerita: 

“Suatu malam aku bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Saat itu, Engkau menghadap Rasulullah, kemudian Rasul berdiri menghampirimu. Rasul mencium di antara kedua matamu.

Lalu aku bertanya kepada Rasul: ” Wahai Rasul apakah aku juga melakukan ini kepada As-Syibli”

“Iya, lakukanlah. Asy-Syibli tidak melakukan shalat fardhu kecuali di akhirnya ia membaca….”

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

[laqad jā`akum rasụlum min anfusikum ‘azīzun ‘alaihi mā ‘anittum ḥarīṣun ‘alaikum bil-mu`minīna ra`ụfur raḥīm (128) fa in tawallau fa qul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arsyil-‘aẓīm (129)]

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (128) Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung” (129)” [Qs. At-Taubah]

Lalu, membaca:

صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ

[Shollahu ala Muhammad]

“Semoga Allah memberikan rahmat ta’dhim kepada Muhammad”

Untuk mengkonfirmasi hal itu, Ibu Mujahid bertanya kepada As-Syibli: “Apakah benar Engkau membaca dua ayat tersebut dan shalawat setelah shalat fardhu?”

“Iya benar, demikian yang selalu aku lakukan” Jawab As-Syibli.

Demikian amalan As-Syibli setelah shalat fardhlu yang secara istiqamah diamalkannya, hingga ia mendapat posisi yang spesial di hadapan Rasulullah SAW. 

Di antara petuah As-Syibli yang patut kita renungkan antara lain: 

“Jika engkau menginginkan ketenangan (hatimu) bersama Allah, maka hendaknya engkau menjaga kebrutanlanmu (hawa nafsumu) dan (memutus kenyamananmu)”

“Jika engkau merasakan manisnya dekat dengan Allah, maka kamu akan merasakan pahitnya jauh dari Allah”.

Hamzah Alfarisi (Aktivis MATAN IPB)