menjaga kebersihan masjid
menjaga kebersihan masjid

Anjuran Menjaga Kebersihan Masjid dan Memberinya Pengharum

Bukan suatu alasan dengan mengatakan terpenting adalah menjaga banyaknya jamaah di masjid sementara menjaga kebersihan masjid diabaikan. Kuantitas banyaknya jamaah dan keberhasihan masjid adalah dua hal yang tidak perlu dipisahkan.

Miris rasanya, ketika suatu kali mampir ke masjid ataupun mushalla yang tidak terawat dengan baik. Ruangannya kotor serta tidak rapi, serambi dan halaman terlihat kumuh dan sampah bertebaran di sembarang tempat. Bau tak sedap tercium hidung sehingga mengganggu khidmahnya ibadah.

Tidak hanya itu, masjid adalah rumah Tuhan sebagai cerminan kualitas muslim. Masjid menjadi cermin kualitas kepribadian seorang muslim di wilayah tersebut. Jika masjid terbengkalai bagaimana mungkin keimanan dan kualitas muslim dikatakan baik. Masjid sebagai kebanggaan umat justru terbengkalai dan tanpa dijaga kebersihannya.

Tempat ibadah dengan kondisi memprihatinkan seperti ini sebenarnya telah diperingatkan sejak dulu oleh Rasulullah. Beliau disamping mendorong umat Islam untuk membangun masjid, terutama di kampung-kampung, juga menganjurkan supaya merawatnya dengan baik.

Anjuran Menjaga Kebersihan Masjid

Dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di kampung-kampung dan hendaklah membersihkannya dan diharumkan”. (HR. Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi, Turmudzi menilainya sebagai hadis mursal).

Makna hadis ini, seperti termaktub dalam kitab Ibanatu al Ahkam karya Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki, dorongan Nabi kepada umat Islam untuk memperhatikan dan menjaga kewajiban shalat lima waktu sebagai rukun Islam yang kedua.

Untuk tujuan ini, beliau kemudian menganjurkan untuk membangun masjid supaya ada yang mengumandangkan adzan ketika waktu shalat tiba. Di kota maupun di kampung harus ada masjid sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat. Dan khusus untuk pelaksanaan shalat Jum’at, Nabi menganjurkan supaya ada masjid besar sebagai sentral pelaksanaan shalat Jum’at untuk umat Islam satu desa atau satu kota.

Baca Juga:  Model Tadarus Al-Qur’an yang Dianjurkan

Namun perlu diperhatikan secara serius, ketika masjid ataupun mushalla telah dibangun, Nabi berpesan supaya kebersihannya selalu dijaga dan diberi harum-haruman.

Bila ditarik ke dalam hukum fikih, hadis di atas merupakan anjuran untuk membangun tempat shalat disuatu tempat, baik di kota maupun di kampung yang difungsikan sebagai pelaksanaan shalat lima waktu berjamaah supaya mendapatkan kelipatan pahala dan keutamaan shalat berjamaah.

Anjuran berikutnya adalah kewajiban menjaga kebersihan masjid maupun mushalla dan diberi wewangian. Tujuannya tidak lain supaya orang-orang yang beribadah tidak terganggu oleh aroma yang tak sedap yang dapat menggangu kekhusyukan ibadah.

Tugas menjaga kebersihan masjid maupun mushalla ini teknisnya diatur sendiri oleh penduduk setempat. Pada biasanya disetiap masjid ada pengurus khusus yang dikenal dengan ta’mir masjid. Mereka yang diberi tugas untuk menjaga kebersihannya serta tugas-tugas lain seperti adzan dan semacamnya.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik …