Tawaf Jaga Jarak
Tawaf Jaga Jarak

Jakarta – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melakukan prosedur pelaksanaan haji yang sangat ketat sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Mulai keputusan pembatasan haji, sampai prosedur pendaftaran, sampai pelaksanaan haji telah dilakukan dengan sangat seksama dan teliti untuk melindungi para jamaah dari ancaman tertular virus mematikan tersebut.

Pelaksanaan haji yang super ketat dengan protokol kesehatan itu pun mendapat pujian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman Arabnews, Jumat (31/7/2020), memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan haji.

“Kebijakan yang dibuat Arab Saudi selama haji ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang ingin kembali pada rutinitas normal dan beradaptasi dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19,” ujar Ghebreyesus.

Tak hanya itu, Ghebreyesus juga turut serta mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1441 Hijriah kepada umat muslim yang merayakannya.

Seperti diketahui, pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 M/1441 H kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak seperti biasanya, jutaan orang dari berbagai penjuru dunia datang ke tanah suci melaksanakan rukun Islam kelima mendatangi Ka’bah.

Tahun ini penyelenggaraan ibadah haji hanya diikuti sekitar maksimal seribu jamaah dari warga domestik dan warga negara asing yang sudah berada di Arab Saudi. Bahkan pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengirimkan jamaah sama sekali.

Kendati dilaksanakan secara terbatas, penyelenggaraan haji kali ini diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat, jaga jarak dan karantina sebelum maupun sesudah menunaikan ibadah. Hal ini untuk membendung penyebaran pendemi virus corona atau Covid-19 yang hingga kini belum kunjung mereda.

Alhasil selama pelaksanaan haji tahun ini, dari 1.686 kasus baru orang terinfeksi Covid-19 di Arab Saudi pada Jumat 31 Juli 2020, tidak ada yang terdeteksi kasus tersebut berasal dari jamaah haji.