memaafkan

Arti Memaafkan bagi Kesehatan Mental, Emosional dan Spiritual

Memang tidak mudah untuk memaafkan orang yang sudah menyakiti kita dan berbuat salah pada kita. Terkadang, saking kesalnya, ketika ia memohon maafpun membuat kita merasa tak yakin akan kesungguhannya dalam meminta maaf.

Kata maaf seakan terlalu mudah jika dibandingkan dengan perbuatan yang dia lakukan terhadap kita. Entah mereka menyakiti kita dengan sengaja ataupun tidak sengaja, terkadang mengampuni perbuatan mereka merupakan hal yang sulit.

Pada kenyataannya, menyimpan dendam jauh lebih mudah dibandingkan mengampuni. Tapi perlu kita ketahui jika kita membiarkan rasa dendan menyelimuti hati kita, maka ujung-ujungnya diri sendiri yang akan stress dan juga merasakan hidup tidak tenang.

Karena itulah penting bagi kita untuk belajar memaafkan atau mengikhlaskan orang lain. Allah berfirman dalam surat asy-Syura ayat 43:

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya: “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”

Sikap memaafkan kesalahan orang lain akan menuntun kita untuk dapat lebih bersabar dengan tidak melakukan pembalasan dan memberikan maaf bagi orang yang telah menyakiti kita. Karena sikap memaafkan akan menekan dzalim pada diri kita dan juga orang lain. Alasan inilah kenapa sikap memaafkan itu merupakan sesuatu yang luhur.

Apabila sikap dendam tetap dilakukan kedzaliman akan terjadi jika dendam tersebut ditujukan kepada orang yang lebih lemah. Kita akan lebih bersikap semena-mena karena menganggap apapun yang dilakukan yang bersalah tetap dipandang buruk oleh kita. Rasa tersebut akan mampu mendorong untuk mengejek, menertawakan bahkan membuka aibnya. Selain itu, kemungkinan secara sengaja atau tidak kita akan mampu menghasut orang lain untuk ikut membencinya sehingga cenderung kepada tindakan aniaya.

Baca Juga:  Mempercayai Hari Sial adalah Bentuk Buruk Sangka Kepada Allah

Dan apabila dihadapkan pada pihak yang sepadan atau lebih kuat, tidak menutup kemungkinan akan terjadi tindakan saling balas, saling mengambil kesempatan untuk melepas kebencian, konspirasi untuk saling menghancurkan satu sama lainnya.

Adapun pemicu orang lebih memilih balas dendam karena dirasa mendapat keuntungan  dari kepuasan emosi sesaat. Orang tersakiti cenderung merasa orang yang menyakitinya memiliki hutang yang harus dibayar.

Sikap memaafkan memang sulit untuk direalisasikan karena terkadang ungkapan maaf dirasa tidak cukup. Namun lebih kepada perubahan sikap dan rasa menyesal yang diperlihatkan oleh si pembuat kesalahan. Kita harus sadari bahwa, sikap memaafkan kesalahan merupakan suatu hal yang penting.

Terdapat poin penting dalam memaafkan kesalahan, yakni memaafkan sangat bermanfaat untuk diri sendiri. Ketika kita mampu memberi maaf atau pengampunan kepada mereka yang bersalah, kita tidak perlu lagi melihat lagi sebab, perilaku, tindakan, atau kata-kata dari mereka yang bersalah karena hal tersebut bukanlah inti dari pengampunan. Yang perlu kita sadari adalah pemberian maaf kita akan mampu membawa kita menuju kedamaian, kebahagiaan, dan penyembuhan emosional dan spiritual.

Tahukah kalian bahwa sikap memberi maaf akan bermanfaat untuk denyut jantung, tekanan darah, serta menghilangkan stres. Selain itu, memaafkan memberikan manfaat lain untuk kita, seperti menurunnya risiko penyalahgunaan alkohol, depresi, dan gejala kecemasan.

Jika maaf bukan sekedar kata-kata, memaafkan juga bukan sekedar kata-kata. Ketika kita memaafkan orang lain, kita harus memutus rantai kebencian dalam diri dan membuang faktor yang membuat emosi mudah meledak dalam diri. Memaafkan menuntut kita bisa menerima dengan ikhlas bukan hanya dibuat-buat.

Bagikan Artikel

About Inke Indah Fauziah