shalat jamaah
shalat jamaah

Aturan Shaf Shalat Berjamaah yang Perlu Diperhatikan

Tidak diragukan lagi, shalat berjamaah memiliki keistimewaan besar di dunia maupun di akhirat. Diantaranya, pahala dilipatgandakan sampai dua puluh tujuh derajat, terbebas dari sifat munafik, dosa diampuni, melatih disiplin dan akhlak mulia, menumbuhkan rasa kasih sayang, dan persamaan sesama muslim.

Namun, untuk meraih semua manfaat tersebut, ada aturan-aturan yang harus ditaati. Diantaranya adalah aturan shaf (barisan) dalam shalat berjamaah. Sebab secara teknis ada ketentuan khusus tentang hal ini.

Bagaimana aturan shaf shalat berjamaah yang benar? Ulama fikih, telah menjelaskan aturan-aturan shaf ini secara detail.

Jika yang menjadi makmum hanya satu orang laki-laki, baik sudah baligh atau tidak, maka posisinya berada disamping kanan imam. Namun jika yang menjadi makmum adalah satu orang perempuan maka posisinya ada di belakang imam.

Adapun bila makmum adalah dua orang laki-laki, posisi keduanya harus berbaris di belakang imam. Demikian juga seperti ini apabila makmum terdiri dari dua orang perempuan tanpa ada makmum laki-laki yang ikut shalat berjamaah. Beda halnya, jika yang menjadi makmum satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Maka, laki-laki posisinya disamping kanan imam dan perempuan dibelakang makmum laki-laki.

Jika makmum dua laki-laki dan satu perempuan, maka dua makmum laki-laki posisinya berbaris dibelakang imam dan satu makmum perempuan dibelakang dua makmum laki-laki tersebut. Demikian juga seperti ini apabila makmum terdiri dari satu laki-laki dewasa yang sudah baligh, seorang anak kecil, satu orang perempuan dewasa. Laki-laki dewasa dan anak kecil dibelakang imam dan perempuan dibelakang keduanya.

Kalau makmumnya satu orang laki-laki, satu orang banci, dan satu orang perempuan, maka posisi laki-laki disamping kanan imam, banci ada dibelakang makmum laki-laki dan satu orang perempuan tadi ada dibelakang si banci.

Baca Juga:  Hukum Bertawasul (1) : Hakikat Tawasul dan Hukumnya

Dan, apabila makmum terdiri dari beberapa orang laki-laki, anak-anak juga banyak, banci juga banyak dan makmum perempuan juga banyak, maka aturan shafnya adakah para laki-laki posisinya berbaris dibelakang imam, anak-anak berbaris dibelakang mereka, kemudian para banci dibarisan ketiga dan dibarisan keempat adalah kaum hawa.

Beginilah aturan shaf dalam shalat berjamaah. Sekali lagi, shalat berjamaah memiliki keutamaan besar dan tentunya harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam shalat berjamaah, termasuk aturan dan teknis barisan shaf supaya nilai keutamaan shalat berjamaah diraih secara sempurna.

Referensi:

Al Fiqhu al Islam wa Adillatuhu, 2/404-407.

Tuhfatu al Muhtaj fi Syarhi al Minhaj, 8/139.

Fathul Mu’in, 36.

 

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

keragaman

Dalil Toleransi Beragama dalam Al Qur’an : Kemajemukan adalah Kehendak Ilahi

Hari ini masyarakat terkadang begitu alergi dengan perbedaan. Politisasi identitas semakin menguat dan mudah menggolongkan …

ratu elizabeth

Ratu Elizabeth II Meninggal, Bolehkah Mendoakan dan Menghormati Jenazah Non Muslim?

Kepergian Ratu Elizabeth II menyisakan duka mendalam bagi rakyat Inggris. Jutaan rakyat Inggris larut dalam …