Jakarta Cendekiawan muslim Indonesia Prof Dr Azyumardi Azra mengungkapkan bahwa bendera yang dibakar oknum Banser pada peringatan Hari Santri 22 Oktober 2018 lalu di Garut bukanlah bendera tauhid tetapi bendera representasi politik yang bisa lambangnya masih bisa diubah ubah Karena itu ia penguatan islam harus terus dilakukan agar umat muslim tidak mudah di adu domba Penguatan Islam harus kuat untuk membangun narasi agar tidak diputarbalikkan Ini penting untuk menjaga kerukunan dan kedamaian umat kata Azyumardi di Megawati Institute dalam diskusi buku Islam Pancasila dan Deradikalisasi Senin 5 11 2018 dikutip dari bisnis com Baca juga Bertemu UAS Din Syamsuddin Mentahkan Kelompok Anti PancasilaMenurutnya apa yang terjadi di Garut itu karena paham radikal masih gentayangan di masyarakat Salah satunya adalah Hizbut Tahrir Indonesia HTI yang sudah dilarang keberadaannya di Indonesia Selama ini dipelihara merestui paham radikal itu kan aneh tukasnya Menurutnya upaya untuk menyadarkan masyarakat dari radikalisme bisa terjadi bila radikalisme itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik Dan ini tengah terjadi di masa kampanye Pilpres 2019 Posisi Pancasila sebagai dasar negara mendapat tantangan serius Terutama dari paham dan ideologi transnasional yang menyebarkan agama radikal jelas Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini Ia menegaskan Indonesia bukanlah lahan yang subur untuk paham radikal Namun paham radikal bisa subur di Indonesia kalau terkait dengan politik Ironinsnya itu terjadi seperti kejadian demo demo bernuansa agama yang faktanya untuk kepentingan politik Kelompok radikal itu ideologi dari luar Semua orientasinya keluar Jadi agak aneh ini terus dilakukan tukas Azyumardi Azra

Baca Juga:  Agama Dapat Menjadi Penyelesai Peradaban Dunia

Tinggalkan Balasan