Azzumardi Azra: Gerakan Garis Keras Tidak Mempunyai Prospek di Indonesia

0
975
azra

Jakarta-Sejak dulu masyarakat Indonesia sudah beragam dan memiliki cara pandang yang santun dan damai. Tidak ada konflik yang berkepanjangan dalam sejarah Indonesia. Karena itulah, corak beragama garis keras tidak akan mempunyai prospek di Indonesia.

Indonesia dengan wilayah yang sangat luas memiliki etnis, ras, agama dan bahasa yang berbeda-beda tetapi hidup dalam perdamaian. Sementara jika dibandingkan dengan Timur Tengah satu wilayah dihuni oleh negara yang berbeda-beda dalam satu rumpun bangsa Arab semua, tetapi sulit mengelola konflik.

“Indonesia mempunyai mempunyai modal besar karena memiliki cara pandang keislaman yang moderat. Pembahasan Islam dan negara di Indonesia sudah selesai dan berbeda dengan Timur Tengah yang sering terjadi konflik”. Demikian ditegaskan oleh Prof Azzumardi Azra dalam kegiatan Simposium Nasional Islam Nusantara yang digelar oleh Universita Nahdlatul Ulama (UNUSIA) di Jakarta (8/2/2020).

Dalam kesempatan itu, Azra mengatakan bahwa sesungguhnya masa depan muslim ada di Indonesia yang moderat (wasathiyah) atau selalu menjadi jalan tengah. Negara-negara lain mencoba belajar dan menerapkan konsepsi Islam washatiyah ini.

“Kita (Indonesia) beruntung umatan wasthan itu yang ada di Indonesia salah satunya islam nusantara islam yang terkenal dengan sebutan nahdliyin (NU) dan islam berkemajuan (Muhammadiyah) itu,” tandasnya.