Ketua PBNU: Berislam Secara Total dan Berbudaya Maksimal

0
961

Jakarta- Bangunan keislaman yang ada di Indonesia tetap kokoh hingga saat ini karena para penyebar agama Islam mampu menjadikan budaya sebagai infra stuktur keagamaan. Islam tidak dibangun dengan kekuasaan, tetapi dikokohkan dengan kebudayaan.

“berislam secara total dan berbudaya maksimal, Wali Songo dengan sangat cerdas berhasil menjadikan Islam dan budaya secara harmonis dengan menggabungkan dimensi ilahiyah dengan insaniyah”. Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Aqil Siradj dalam kegiatan Simposium Nasional Islam Nusantara di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Manusia, menurutnya, memiliki dua amanat dari Allah yang dipikul dalam menjalani kehidupan di dunia. Pertama, amanat samawiyah atau ilahiyah berupa akidah dan Syariah. Kedua, amanat ardliyah  atau insaniyah yang berupa tsaqafah (ilmu pengetahuan dan hadharah (kesejahteraan/peradaban).  

Amanat pertama sudah selesai dirumuskan oleh para ulama ahlu sunnah wal jamaah dengan akidah dan syariah yang berwawasan washatiyah. Sementara amanat kedua selalu bersifat dinamis dan menuntut kreatifitas manusia untuk mewujudkan kesejahteraan peradaban.

Menggabungkan antara dua amanat tersebut membutuhkan kecerdasan dan pandangan yang terbuka terhadap perubahan zaman. Dan menurut Aqil Wali Songo dengan cerdas menggabungkan nilai-nilai dari langit dengan kreatifitas manusia.

“Akidah dan Syariah membutuhkan budaya. Karena kalau tidak ia hanya akan mengawang-ngawang. Sementara budaya membutuhkan agama karena kalau tidak akan menjadi keropos” terangnya.

Dengan kecerdasan Wali Songo itulah, di Indonesia persoalan relasi agama dan negara sebenarnya sudah selesai. Agama tidak berbenturan dengan negara. Demikian pula nasionalisme bukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.

“Inilah yang harus dipegang teguh oleh bangsa ini. Masyarakat di Timur Tengah selalu mengalami konflik karena mereka belum selesai menemukan rumusan relasi agama dan negara secara tepat, di Indonesia hal ini sudah selesai.” tegas Said.  

Karena modal inilah, sebenarnya ke depan Indonesia, menurut Said Aqil akan menjadi kiblat dunia Islam dalam hal tsaqafah dan hadlarah. Islam nusantara akan menjadi solusi bagi umat Islam di dunia.