bacaan setelah shalat jumat

Baca Ini Setelah Shalat Jum’at, Dosamu dan Dosa Orang Tuamu Diampuni

Rahmat Allah yang diberikan kepada umat Islam begitu luas. Hal ini karena Rasulullah sebagai nabi dan utusan terakhir adalah manusia paling mulia dan paling dikasihi-Nya. Kasih sayang Allah kepada Nabi Muhammad kemudian mengalir sampai kepada umatnya. Ada banyak sekali keistimewaan yang diberikan kepada umat Islam. Diantaranya adalah amaliah-amaliah atau praktek ritual keagamaan yang diganjar dengan pahala berlimpah.

Satu diantara sekian amaliah yang bernilai pahala besar yaitu bacaan tasbih (subhanallah) yang artinya Maha Suci Allah dan dzikir (mengingat Allah) yang dianjurkan dibaca setelah shalat Jum’at. Amaliah ini memiliki dampak luar biasa kepada orang yang membaca beserta kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia, yakni dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah.

Termaktub dalam kitab Hadiyatul Ahya’ lil Mayyit wa ma Washala Ilaihim karya Abul Hasan al Hakkari, ia menulis sub bahasan “Pahala tasbih dan dzikir sampai kepada orang yang telah meninggal”.

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa pada hari Jum’at setelah selesai shalat Jum’at membaca tasbih (Subhanallahal ‘Adhim wa Bihamdihi) sebanyak seratus kali, maka seratus dosanya akan diampuni oleh Allah dan seratus dua puluh empat ribu dosa kedua orang tuanya juga diampuni. Barang siapa membacanya diselain hari Jum’at, Allah mencatat untuknya seratus dua puluh empat ribu kebaikan. Allah juga menghapus kejelekannya sejumlah itu serta mengangkat derajatnya sejumlah itu pula”.

Inilah salah satu rahmat Allah yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad. Tidak butuh waktu lama merampungkan amalan ini. Namun, terkadang kita tidak bisa menyisihkan waktu yang sebentar tersebut karena didesak oleh urusan duniawi atau kemalasan sehingga setelah shalat Jum’at langsung angkat kaki dari masjid. Padahal, amalan ini sungguh besar pahalanya. Untuk diri sendiri dan kedua orang tua.

Baca Juga:  Lebih Baik Bersedekah atau Memberi Pinjaman?

Disamping itu, bakti anak kepada orang tua ketika masih hidup tidak akan pernah sempurna. Semaksimal apapun pengorbanan anak untuk orang tuanya tidak akan melampaui pengorbanan orang tua kepada anaknya. Karenanya, amalan ini menjadi salah satu bentuk bakti anak kepada orang tua, baik masih hidup atau telah meninggal dunia.

Untuk menyandang predikat anak shaleh bisa kita mulai dari sini, dengan meluangkan waktu sesaat setelah Jum’at membaca tasbih dan dzikir. Betapa bahagianya kedua orang tua kita diberikan hadiah sebesar ini. Apa yang kita berikan di dunia untuk mereka tidak ada artinya dibandingkan hadiah tasbih dan dzikir tersebut. Semoga kita semua mampu melakukan amaliah ini.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

dakwah menarik simpati

Dakwah Nabi Menarik Simpati, Bukan Anarki

Sejak dulu, musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Hasrat membunuh manusia-manusia berotak reptil yang menjadi penyebab …

prinsip perdamaian

Melindungi dan Menjamin Keamanan adalah Perintah Agama

Apapun bentuk dan modelnya, radikalisme yang mengarah pada terorisme merupakan tindakan yang tidak sesuai syariat …