islam memandang komunis
islam memandang komunis

Bagaimana Muslim Menyikapi isu Komunsime di Bulan September

Setiap bulan September isu komunisme mendadak menjadi perbincangan publik. Bagaimanapun komunisme dalam bentuk gerakan partai dan ajarannya jelas sudah terlarang secara konstitusional. Entah memang sebagai bentuk kewaspadaan atau memang untuk sekedar mencari panggung dan simpati isu ini selalu muncul.

Jika merujuk pada zaman Orde Baru pada bulan September seluruh masyarakat diwajibkan untuk menonton film G/30S/PKI. Sebuah film yang dibuat oleh pemerintah untuk mewaspadai gerakan PKI sekaligus memamerkan siapa sebenarnya hero dan pahlawan ketika itu. Peristiwa itu pula yang mendorong naiknya Jenderal Soeharto sebagai Presiden yang berkuasa selama 31 tahun.

Dan film G/30S/PKI pada masanya menjadi kurikulum wajib masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Jika ada anak kecilpun terpaksa harus menonton film ini disiarkan di televisi negara yang wajib ditonton. Film ini seolah menjadi pengingat masyarakat tentang bahaya PK sekaligus menjadi doktrin pemerintahan Orde Baru.

Sejatinya, apa yang menjadi persoalan penting di Indonesia dari dilarangnya komunisme adalah percobaan kudeta dan tragedi politik tahun 1965. Sebelumnya pun percobaan demi percobaan kudeta sudah dilakukan. Selain gerakan politik, tentu saja secara ideologi komunisme sangat bertentangan dengan falsafah bangsa. Prinsip ketidakbertuhanan komunisme bertentangan dengan prinsip dasar pertama dari Pancasila.

Pada titik itulah, komunisme dalam bentuk gerakan dan paham adalah sangat berbahaya bagi NKRI. Gerakan yang cenderung mengancam keutuhan NKRI dengan karakter makar. Dan paling pokok secara ideologis komunisme bertentangan dengan falsafah negara. Sampai di sini bisa dipahami, apapun gerakannya baik itu komunisme atau faham yang lain yang berpotensi makar dan bertentangan ideologi bangsa jelas akan dilarang dan dibubarkan.

Lalu, bagaimana sebenarnya komunisme dengan Islam? Seorang muslim apakah mungkin memiliki paham komunis?

Baca Juga:  Hadist Bantahan Rasulullah Terhadap Mitos Musibah di Bulan Safar

Mari kita mencoba melihat karakter gerakan makar dan anti ketuhanan dalam perspketif Islam. Makar dalam term Islam disebut dengan bughat sebagai bentuk jamak dari baghyun yang berarti kerusakan atau tindakan yang melampaui batas. Secara umum menurut para fuqaha makar merupakan perbuatan yang membelot dari ketaatan kepadan pemimpin yang sah.

Dalam pemikiran ulama klasik (salaf) pembagian bughat ada tingkatannya. Bisa sekedar pemikiran, aksi di jalanan, memiliki kekuatan militer atau pada tingkatan seperti khawarij. Namun secara umum makar atau bughat adalah pembangkangan, ketidakpercayaan dan berbagai upaya yang ingin melakukan delegitimasi pemerintahan yang sah. Semua tindakan makar dalam Islam sangat dibenci dan dilarang.

Persoalan berikutnya adalah prinsip materialisme dalam komunisme yang pada tingkat tertentu anti agama dan Tuhan. Pandangan materialisme ini bersumber dari ajaran filsafat Karl Marx. Dalam pemikirannya Karl Marx secara nyata mengkritik agama sebagai candu masyarakat. Gerak sejarah bukan digerakkan dengan prinsip ideal dan ide yang abstrak seperti yang dimiliki agama, tetapi digerakkan dengan sesuatu yang bersifat material (dealektika materialisme).

Pandangan filosofis ini tentu bertentangan dengan ajaran Islam yang menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang diciptakan untuk menyembah kepada Nya. Muslim harus meyakini sebagai bagian dasar pertama akidah tentang adanya Tuhan dan kekuasaanNya. Karena itulah, komunisme jelas bertentangan dengan Islam.

Pertanyaan selanjutnya, apakah seorang muslim bisa berpaham komunis? Apakah seorang muslim bisa mengambil falsafah dan ide-ide komunisme dalam perubahan sosial?

Jika suatu paham adalah sebagai ideologi keseluruhan dalam memandang kehidupan, maka ideologi adalah sistem kepercayaan yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Menganut paham komunisme berarti mempercaya seluruh sistem nilai dan pandangan komunis. Muslim yang berpaham komunis berarti telah bertentangan dengan nilai dan ajaran Islam.

Baca Juga:  Jika Merasa Islam itu Sulit, Berarti Pemahaman Keislamannya yang Sempit

Lalu, pertanyaan terakhir bagaimana muslim saat ini menyikapi isu komunisme? Pertama, sebagai seorang muslim komunisme jelas sudah bertentangan dengan ideologi bangsa dan Islam. Sebagai muslim harus tegas menolak komunisme baik sebagai agenda politik dan paham. Secara akidah dan keimanan, muslim Indoensia harus tetap diperkuat karena  komunisme sebagai sistem nilai yang utuh sangat bertentangan dengan Islam dan Pancasila.

Kedua, muslim saat ini harus cerdas tidak terprovokasi apalagi menjadi provokator. Waspada sangat dibutuhkan, tetapi tidak boleh termakan provokasi. Negara telah jelas menegaskan anti komunisme dan melarang berbagai gerakan yang dapat memberi ruang bangkitnya komunisme. Cerdas sangat dibutuhkan agar muslim tidak menjadi terprovokasi apalagi menjadi provokator yang dapat memecah belah persatuan.

Ketiga, prinsip tabayyun harus ditegakkan di tengah riuhnya bulan September ini. Apapun pasti akan ada kepentingan untuk membangkitkan isu ini demi kepentingan siapapun. Seorang muslim harus cerdas dalam mengenali informasi dan kepentingan yang menggoreng informasi.

Pada prinsipnya, tidak hanya komunisme apapun ideologi yang bergerak makar ingin mengganti ideologi bangsa dan bertentangan dengan nilai falsafah Pancasila sebagai muslim harus menolak tegas keberadaannya.

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …

amarah

Amarah yang Merusak dan Tips Menyembuhkan

Marah merupakan salah satu perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang yang tak …