Pujian layaknya madu dan racun Terasa manis di mulut dan telinga ketika diucapkan dan didengarkan Namun tanpa disadari sesunggunya pujian mengandung racun berbisa yang dapat membuat orang yang dipuji menjadi riya sombong angkuh dan penyakit hati lainnya Sifat sombong maupun riya akibat pujian yang berlebihan dapat menimbukkan rasa takabur dalam hati sementara rasa takabbur mampu menghancurkan amal shaleh seseorang Dalam Islam orang harus berhati hati dalam mengungkapkan pujian kepada orang lain Pujian tidak diperbolehkan diberikan di hadapan orang yang bersangkutan Kenapa hal ini sangat berbahaya Memuji orang berlebihan di depan orang bersangkutan sama saja dengan menjerumuskannya dalam penyakit hati Nabi bahkan mengsitilahkan pujian terhadap orang lain sama dengan menyembelih leher orang itu Sebagaimana Sabda Nabi Artinya Celaka engkau engkau telah memotong leher temanmu berulang kali beliau mengucapkan perkataan itu Jika salah seorang di antara kalian terpaksa harus memuji maka ucapkanlah Saya kira si fulan demikian kondisinya Jika dia menganggapnya demikian Adapun yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan janganlah mensucikan seorang di hadapan Allah Shahih Bukhari 52 Kitab Asy Syahadat 16 Bab Idza Dzakaro Rojulun Rojulan Baca juga Dzikir Mampu Mengobati Hati yang Terluka Hadist di atas memberikan pelajaran bahwa pujian tentu saja dibolehkan asal tidak terlalu berlebihan hingga pada taraf mengelu elukan dan mensucikannya Pujian berlebihan adalah ungkapan dengan bumbu bumbu kebohongan atau pujian dengan rekayasa yang membuat seseorang bersikap ujub bangga terhadap diri sendiri karena pujian tersebut Orang yang memuji belum tentu menyenangi orang yang dipujinya Mereka hanya menunjukkan senang di hadapan orang yang dipuji karena memiliki maksud serta harapan tertentu Akibatnya bisa jatuh pada kemunafikan Jika yang dipuji sebenarnya tergolong orang zhalim atau orang fasik maka orang yang memuji telah ikut mendorongnya untuk meneruskan kezhaliman dan kefasikannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Lemparkan tanah kepada mulut orang orang yang suka memuji Al Baihaqi dishahihkan oleh Al Hafidz As Suyuthi Ungkapan lemparkan tanah merupakan sebuah kiasan dari penolakan atas pujian Hal ini berlaku kepada orang orang yang biasa memberikan pujian dan menjadikan kebiasaan memberi pujian kepada orang lain sebagai bekal mencari penghidupan Baca juga Perbanyak Dzkiri Jangan Suka Nyinyir Kita sebagai muslim hendaknya tidak tertipu dengan pujian dari orang lain tidak sedikit orang memuji karena hanya menginginkan sesuatu dari kita Tidakkah ada satu orangpun sebenarnya yang mengetahui isi hati kita kecuali diri kita sendiri Orang lain hanya melihat dan mengenal kita dari luar yang mampu mereka lihat Sebuah pujian bisa mendatangkan sikap ujub dan sombong bagi yang dipuji Ujub dan sombong adalah dua penyakit hati yang berbahaya Jika seseorang sudah memiliki dua jenis penyakit ini maka pada waktunya nanti ia akan sulit menerima kebenaran dan akhirnya mudah meremehkan orang lain Memuji orang lain tentu saja diperbolehkan Menurut al Khadimi pujian diperbolehkan selama tidak membuat orang menjadi takabur serta muncul sikap ujub tidak ada unsur riya atau dusta di dalamnya Jika kita sedang melakukan suatu amalan maka hendaklah kita tidak bercita cita ingin mendapatkan pujian dari orang lain Cukuplah Allah saja yang memuji amalan kebajikan kita Kita sebagai manusia sudah semestinya mencari ridho Allah bukan malah mencari kalimat pujian dari sesama manusia Penulis Tri Wahyuningsih
Check Also
Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?
Meskipun arus puritanisasi mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …
Shalat Ghaib untuk Korban Bencana
Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah