ketua majelis ulama indonesia bidang fatwa kh asrorun niam sholeh memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terkini ter
ketua majelis ulama indonesia bidang fatwa kh asrorun niam sholeh memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terkini ter

Begini Penjelasan Lengkap MUI Soal Fatwa Haram Bitcoin Cs & Pinjol

Jakarta – Pinjaman online (Pinjol) akhir-akhir ini semakin marak, terutama di era pandemi dimana kondisi ekonomi masyarakat banyak yang mengalami penurunan secara pendapatan, maka salah satu solusi yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan adalah meminjam secara online. Masyarakat tergiur pinjol karena kemudahan dalam mendapatkan uang secara cash, namun dibalik itu masyarakat yang meminjam secara online dikenai bunga yang cukup tinggi.

Selain pinjol, masyarakat juga mulai bertransaksi maupun berinvestasi dengan menggunakan Bitcoin. Dalam investasi menggunakan Bitcoin seperti Crypto banyak masyarakat yang untung atau dalam bahasa lain disebut cuan, namun banyak juga yang rugi sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Forum Ijtima Ulama membahas persoalan Crypto dan pinjol.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa uang kripto atau cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum sebagai mata uang haram. Ini merupakan hasil Ijtima Ulama di Hotel Sultan yang berlangsung pada Kamis (11/11/2021).

Menurut MUI uang kripto mengandung gharar, dharar yang memiliki sesuatu yang tidak pasti, dan bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2021 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 tahun 2015.

Selain itu MUI juga menyatakan uang kripto sebagai komoditi atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, dan qimar.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Soleh menambahkan cryptocurrency juga tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yaitu: ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.

Namun, MUI menyebut uang kripto sebagai komoditi atau aset dengan sejumlah syarat sah untuk diperjualbelikan.

“Cryptocurrency sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan,” dikutip dari CNNIndonesia dan cnbcindonesia.com Jumat (12/11/2021).

Baca Juga:  Waspada, Kelompok Teroris Kini Susupi Ormas Islam hingga Lembaga Negara

Pinjol Haram

Dalam Forum Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga dihasilkan kesimpulan pinjaman online (pinjol) yang mengandung riba hukumnya haram.

“Layanan pinjaman, baik offline maupun online yang mengandung riba hukumnya haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan,” ujar Ketua MUI Asrorun Niam Soleh.

Oleh karena itu, Ijtima Ulama merekomendasikan agar pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, Polri, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan perlindungan kepada masyarakat. MUI juga meminta pemerintah melakukan pengawasan serta menindak tegas penyalahgunaan pinjol yang meresahkan masyarakat.

MUI juga meminta pemerintah melakukan pengawasan serta menindak tegas penyalahgunaan pinjol yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, MUI juga menyerukan agar pihak penyelenggara pinjol menjadikan fatwa MUI sebagai pedoman dalam semua transaksi yang dilakukan. MUI mengimbau umat Islam hendaknya memilih jasa layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Kemudian, forum Ijtima Ulama menyertakan pemberian ancaman fisik atau membuka rahasia atau aib seseorang yang tidak mampu membayar hutang adalah haram. Sementara, memberikan penundaan atau keringanan dalam pembayaran utang bagi yang mengalami kesulitan, merupakan perbuatan yang dianjurkan atau mustahab.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …