cinta tanah air
cinta tanah air

Belajar Cinta Negeri dari Nabi Ibrahim

Perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang tepat dirayakan hari ini 17 Agustus menjadi momen yang tepat untuk menumbuhkan dan memperkuat kembali rasa cinta terhadap tanah air. Rasa cinta tanah air ini haruslah dipupuk sedari kecil dengan mengenang, mengingat dan menceritakan peristiwa dna jasa apa saja yang telah dilakukan oleh pahlawan dan pejuang kita.

Dengan pengetahuan tentang perjuangan dan pencapaian bangsa yang tidak mudah dalam merebut kemerdekaan, anak bisa mulai bisa menumbuhkan rasa solidaritas dan kecintaannya pada Negara. Bagi seseorang yang sudah dewasa cinta tanah air dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk keahlian dan juga profesi yang dia kerjakan.

Peringatan 17 Agustus sejatinya adalah ingin terus mengingat dan mengikat pengetahuan warga negara terhadap perjuangan dan jerih payah para pendahulu dalam membebaskan dan membangun negeri ini. Ada tanggungjawab yang terus mengalir dalam diri seluruh anak bangsa agar selalu menjaga negeri ini.

Sama halnya ketika Islam menghormati Nabi Ibrahim. Lihatlah rangkaian dalam perayaan Haji merupakan napak tilas tidak hanya Nabi Ibrahim, tetapi juga siti Hajar dan Ismail. Peringatan ini terus dilakukan sepanjang sejarah setiap tahunnya.

Dalam sejarahnya, Nabi Ibrahim pernah beberapa kali pindah tempat tinggal. Mulai dari Babilonia pindah ke Suriah, pindah lagi ke Palestina. Lalu, Nabi Ibrahim pindah ke Makkah. Di kota Makkah, Nabi Ibrahim merasakan kebahagiaan dan mendapatkan berbagai nikmat yang tidak didapatkan di tempat lainnya. Jadi tidak heran, jika Nabi Ibrahim sangat mencintai Makkah.

Rasa cinta itu beliau buktikan dengan selalu berdoa untuk Makkah. Ia memohon agar negerinya menjadi negeri yang aman, penduduknya hidup makmur, dan dipenuhi oleh orang-orang yang beriman. Salah satu doanya pun diabadikan dalam al-Quran dalam Surat al-Baqarah ayat 126.

Allah berfirman, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah 126).

Padahal apabila kita melihat dari letak geografisnya rasanya sulit jika kota Makkah menjadi negeri yang besar dan makmur. Lihat saja di sana hanya terdapat lahan yang gersang dan tandus, bukit-bukit yang berbatu dan panas.

Namun, doa Nabi Ibrahim memang membawa keberkahan yang tinggi untuk kota Makkah. Sekarang banyak kita lihat banyak gedung-gedung megah menjulang tinggi, terdapat juga Tower air Zam-zam yang berada di komplek Masjidil Haram.

Sebagai kota yang suci bagi umat Islam, Makkah selalu ramai dikunjungi oleh umat muslim untuk beribadah umrah maupun haji di setiap tahunnya. Meski sebegitu banyak Jemaah yang datang, semua kebutuhan makanan, minuman, penginapan, transportasi semuanya dapat dipenuhi oleh pemerintah Arab Saudi.

Tidak heran jika Makkah sering disebut dengan tanah haram. Yakni wilayah yang dimuliakan Allah dan diharamkan segala macam bentuk kerusakan. Makkah merupakan kota yang terberkati adalah kata-kata yang mampu melukiskan keadaan Makkah hingga saat ini.

Tempat di mana menjadi kiblat umat Islam di seluruh belahan dunia, dan Negara yang teramat maju dan berkembang untuk melayani tamu-tamu Allah ketika mereka hendak menunaikan rukun Islam kelima (haji) sebagai napak tilas dari Nabi Ibrahim yang begitu mencintai kota Makkah.

 

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

Cheng Ho

Cheng Ho : Islamisasi Nusantara dari Perpaduan Islam dan China

Di Indonesia, sentimentasi anti China merupakan salah satu konstruksi sejarah paling kejam. Letupan besar dari …

dispensasi nikah

Dispensasi Nikah : antara Mencegah atau Mengafirmasi Pernikahan Dini?

Mengagetkan di Indramayu, terdapat ratusan anak di bawah umur kisaran usia 19 tahun mengajukan dispensasi …

escortescort