Bela Negara
Bela Negara

Benarkah Islam Menentang Bela Negara?

Hari ini masih banyak kelompok yang mendikotomikan hubungan Islam dengan aspek bela negara. Kelompok ini memandang bahwa kewajiban bela negara tak ada dalilnya dalam Alquran, pun Alhadis. Pandangan seperti ini jelas melahirkan sikap dan perilaku yang tidak mementingkan aspek bela negara.

Selain faktor ideologis, ada faktor kurangnya pemahaman dan kesadaran sejarah, terutama di intern umat Islam akan urgensi bela negara. Seolah kelompok ini menutup mata akan fakta bahwa jika ulama-ulama pra-kemerdekaan tidak menyerukan umatnya untuk melakukan bela negara, maka Indonesia sebagaimana saat ini pasti tidak akan (pernah) terwujud.

Tidak berhenti sampai di sini saja, kelompok yang menganggap bahwa Islam tidak memerintahkan umatnya untuk membela negaranya ternyata juga memiliki alasan lain, seperti konsep bela negara seperti apa; mulai dari bentuknya, penerapannya, fakta historis yang mendasarinya dan lain sebagainya. Intinya, kelompok ini memiliki banyak alasan untuk menolak bela negara.

Celakanya lagi, ada yang memiliki pandangan kolot, misalnya, bahwa negara hari ini, yang olehnya dianggap menista agama, mengkriminalisasi ulama, dan mengintai gerak-gerik umat Islam, tak pantas untuk dibela. Hematnya, negara yang anti-agama, tak perlun dibela.

Itulah sederet alasan kelompok yang selama ini tidak sepakat, jika tidak ingin dikatakan menolak keras, terhadap kewajiban bela negara bagi seluruh penduduk Indonesia. Tentu pandangan sebagaimana dipotret di atas perlu untuk ditanggapi agar hati dan pikiran mereka menjadi jernih.

Dalam kerangka itulah—untuk menjernihkan persoalan di atas—penulis merasa terpanggil untuk menulis tulisan ringan dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang utuh dan mendidik mengenai permasalahan relasi agama dan bela negara. Persepsi yang keliru ini harus diluruskan, setidaknya melalui kanal-kanal media sosial dan portal seperti jalandamai.net.

Baca Juga:  Penghinaan Habib Luthfi oleh Anggota HTI, Ini Nasihat Ibnu Taimiyah

Baiklah. Kita mulai landasan yuridisnya terlebih dahulu. Bela negara sejatinya telah dirangcang secara konstitusional tepatnya terdapat pada Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, yaitu “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Pasal 27 ayat (3) disebutkan bahwa : “Tiap – tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.

Pertanyaan yang kemudian mencuat adalah, bagaimana atau dalam bentuk apa implementasi bela negara itu? Apakah harus latihan militer, mengangkat senjata dan menguasasi strategi perang? Tentu yang demikian ini hanya bagian dari bela negara itu sendiri.

Dalam konteks bela negara, masing-masing memiliki peran dan caranya sendiri. Taat dan mengakui Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa, bayar pajak, zakat, menyekolahkan anak, menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, membentengi diri dan keluarga dari ideologi radikal, konunis dan liberalis juga termasuk dalam aspek atau bentuk bela negara.

Islam dan Bela Negara

Secara konseptual, bela negara diartikan sebagai tekad, sikap dan tindakan warganegara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman baik dari dalam maupun luar negeri yang membahayakan kemerdekaan, kedaulatan negara, dan keutuhan wilayah NKRI.

Bila dikaikan dengan ajaran Islam, jelas sudah bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam pengertian isltilah bela negara sebagaimana diungkapkan di atas. Misalnya, nilai-nilai solidaritas (ta’awun), kesetiaan terhadap ideologi negara yang telah disepakati bersama (kalimatun sawa), rasa persatuan dan persaudaraan (ukhuwah: islamiyah, insaniah, dan wathaniyyah), menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar) dan masih banyak lainnya.

Baca Juga:  Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah : Ini Fakta-Fakta tentang Sayyidah Aisyah yang Wajib Kamu Ketahui (2)

Pada tataran dalil normatif tentang bela negara, Islam juga menyebutnya. Jadi tak ada alasan secuail pun sebentulnya untuk menentang bela negara. Banyak sekali dadil Alquran yang erat kaitannya dengan bela negara, meskipun pada umumnya diungkapkan secara implisit. Namun demikian, tidak mengurangi dan menjadikan bela negara itu haram dalam pandangan Islam. Mari kita lihat beberapa dalil tersebut.

Misalnya tentang solidaritas. Quran surat Almaidah ayat 2 menjelasakan: “… dan tolong menolonglah (solidaritas) kamu dalam hal kebaikan, dan janganlah kamu tolong menolong dalam hal dosa dan permusuhan.”

“Jika kamu membela ajaran Allah, Allah pun pasti akan membela kamu dan mengokohkan posisimu…” (Muhammad, ayat 7).

Ini hanya diantara dalil Alquran yang memiliki spirit bela negara. Sejatinya masih banyak ayat-ayat yang demikian. Justru yang sedikit, atau bahkan tidak ada, adalah ayat yang menentang bela negara. Jika Anda menemukan, silahkan sebutkan!

Di dalam Alquran, sebagaimana diungkap dalam kamus fathur Rahman, terdapat 19 ayat yang mengandung istilah “bilad” (negara), dan beberapa diantaranya berkaitannya erat dengan “pembelaan” terhadap negara.

Misalnya: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Âd? (Yaitu) penduduk IRAM yang mempunyai bangunan-bangunan (arsitektur) yang tinggi. Yang belum pernah dibangun seperti itu, di negeri-negeri lain. Dan kaum fir’aun mempunyai pengikut yang banyak. Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri. Lalu banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu. Karena itu, Tuhan-mu menimpakan mereka adzab…..” (QS. Al-Fajr, 6-14).

Dalam ayat ini jelas bahwa, bangsa yang tidak memperhatikan aspek stabilitas dalam negerinya akan mengakibatkan hancurnya negara tersebut. Bahkan Allah akan menimpakan sebuah adzab.

Bahkan, keteladanan bela negara juga ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim As mendoakan negeri yang ia tinggali (Makkah) agar aman dan makmur. “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari kemudian...”. (QS: Al-Baqarah:126).

Baca Juga:  Manfaat Wudhu Bagi Penderita Insomnia

Jadi, masih menganggap bahwa Islam menentang bela negara? Ingat! Membela negara bukan sesuatu yang berentangan dengan agama. Pun menegakkan ajaran Nabi bukan halangan untuk menjaga eksistensi NKRI.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Avatar
Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir