jihad kemerdekaan
jihad kemerdekaan

Agustus Bulan Perjuangan : Inilah 3 Bentuk Jihad Bela Negara yang Dianjurkan Agama!

Bagi rakyat Indonesia, Agustus adalah bulan perjuangan. Pernyataan ini tentu saja tidak berlebihan mengingat pada bulan ini, tonggak sejarah Indonesia dimulai. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia meraih kemerdekaan setelah berabad-abad di jajah oleh Belanda dan negara lainnya. Di era kemerdekaan, perjuangan memang tak sama dengan era pasca kemerdekaan. Namun, berbagai ancaman dan tantangan tetep akan selalu menghantui bangsa ini. Di sinilah, dalam konteks agar bangsa ini tetap kokoh, spirit perjuangan tidak boleh hilang.

Dalam Islam, spirit perjuangan sebagaimana yang dilakukan oleh para pahlawan nasional zaman dahulu itu (membela negara-red) diistilahkan dengan jihad. Konsep jihad merupakan konsep yang dinamis, ia bisa mengalami perkembangan sesuai dengan konteks yang mengiringinya. Jihad membela atau mempertahankan negara di era saat ini tentunya berbeda dengan jihad di era penjajahan, juga beda jauh dengan jihad konyol dengan meledakkan bom sebagaimana yang kerap terjadi di republik ini. Lantas, bagaimana bentuk jihad membela negara di era saat ini?

 Abdul Mustaqim (2011: 117) membeberkan jihad membela dan mempertahankan negara di era saat ini bisa diwujudkan dalam menjaga prinsip-prinsip atau nilai-nilai antara lain:

Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Komposisi penduduk Indonesia sangatlah beragam (majemuk), baik dari segi agama, bahasa, suku dan lainnya. Dalam kondisi seperti ini, menjaga persatuan menjadi hal yang tak bisa dinego lagi. Maka, jihad bela negara bukan lagi mengusir atau memesuhi yang beda iman, bahasa atau lainnya, melainkan menjaga persatuan dan kesatuan tanpa mempersoalkan keberagaman itu.

Jihad menjaga persatuan dan kesatuan ini sejatinya setali dengan perintah agama sebagaimana terdapat di banyak ayat, misalnya sebagaimana disebut dalam QS. al-Anbiya’ [21]: 92: “Sesungguhnya umatmu ini adalah umat yang satu..”. Dalam ayat lain, Allah melarang umat-Nya untuk bercerai –berai (lihat QS. Ali Imran [3]: 103).

Baca Juga:  Halusinasi Keraton Agung Sejagat dan Mimpi Khilafah Global

Menanamkan Nilai Nasionalisme Religius

Nasionalisme menjadi penting karena tanpa adanya rasa cinta terhadap negeri sendiri, maka upaya untuk menciptakan kedamaian akan terasa jauh. Rasa cinta pada negeri akan menghantarkan seseorang pada sikap yang bijak dan beradab sehingga akan selalu berpikir untuk kebaikan bangsa. Namun, nasionalisme itu harus dilandasi oleh nilai-nilai dan semangat keagamaan supaya tetap dalam koridor yang benar.

Nasionalisme religius ini merupakan salah satu bentuk jihad nyata di negeri ini lantaran berbagai indikasi kecurangan dan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai agama juga bangsa mulai terlihat begitu nyata dan massif. Lihat saja perilaku koruptif. Jelas bahwa orang yang korupsi tidak sekedar mencerminkan keruntuhan nasionalismenya, melainkan juga sangat mengkhianati ajaran agama.

Memperjuangkan Keadilan

Keadilan tidak bisa dinanti dengan cara berpangku tangan. Artinya, keadilan itu harus diperjuangkan. Bahkan kata Imam Ali bin Abi Thalib, keadilan itu harus diciptakan. Semua ini membutuhkan tenaga yang tidak biasa. Oleh karena itu, konsep jihad bela negara saat ini adalah memperjuangkan keadilan. Karena dengan tegaknya keadilan, maka masyarakat akan tentram, tertib dan makmur.

Hal di atas juga sejalan dengan al-Qur’an, bahwa keadilan akan mengantarkan kepada ketaqwaan (QS. al-Maidah [5]: 8) dan ketaqwaan akan mengantarkan kepada kesejahteraan (lihat misalnya, QS. al-‘Araf [7]: 96). Jadi, jika negeri ini ingin diberkahi sang Ilahi dan penduduknya tertib, kehidupan sosial-ekonomi dan politik stabil, maka keadilan harus selalu ditegakkan. Inilah jihad bela negara yang sesungguhnya, bukan melalui bom bunuh diri.

Inilah yang harus terus-menerus kita perjuangkan dalam rangka jihad mempertahankan bangsa. Jihad semacam ini sudah mulai luntur. Semoga momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia 2021 atau HUT-RI ke-76 ini, mampu membangkitkan ghirah jihad membela negara agar tetap kokoh dan semakin beradab.

Bagikan Artikel ini:

About Fauziyatus Syarifah

Avatar of Fauziyatus Syarifah
Mahasiswi magister program PAI UIN Walisongo Semarang

Check Also

kh ahmad dahlan

3 Kiat Menuju Masyarakat Tangguh dan Beradab Ala KH Ahmad Dahlan

Nama KH. Ahmad Dahlan sangat moncer dikalangan bangsa Indonesia karena ia termasuk orang yang memiliki …

rezeki

4 Hal yang Bisa Menjadi Sebab Datangnya Rezeki Menurut Ibnu Qayyim

Dalam kitab Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairi Ibad (4/378), Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa ada …