pemakaman muslim dan non muslim

Bolehkah Dicampur Antara Pemakaman Muslim dan Non Muslim?

Heboh ! Mantan Presiden Argentina Carlos Menem dimakamkan di sisi putranya di area pemakaman Islam. “Dia akan beristirahat di pemakaman Islam bersama saudara laki-laki saya, meskipun dia menganut agama Katolik. Tapi dia akan bersama saudara laki-laki saya,” kata Zulemita, putri Carlos Saul Menem, Minggu (15/2/2021).

Lalu bagaimana fikih melihat fenomena janggal ini? Bolehkah jenazah non muslim dikuburkan dipekuburan muslim atau sebaliknya, jenazah muslim dimakamkan di pemakaman non muslim?

Ibnu Hajar al-Haitami, seorang Ulama’ kondang Dalam Madzhab Syafi’iy, mengutip fatwa dari Syaikh Zakariyya al-Anshari berkata: Tidak diperbolehkan menguburkan jenazah muslim dipekuburan non muslim, begitu juga sebaliknya, tidak diperbolehkan memakamkan jenazah non muslim di area pemakaman muslim.

Lalu bagaimana jika memang tidak ada tempat lagi kecuali di area pemakaman muslim atau lokasi pekuburan non muslim? Menurutnya, memerlukan penalaran hukum yang cukup mendalam, namun tidak menutup kemungkinan hukumnya boleh jika dalam kondisi darurat (terpaksa), karena tidak ada alasan yang bidsa dibenarkan untuk tidak menguburkan jenazah. Tegasnya. Tuhfah al-Muhtaj, 3/172

Bahkan, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam (Kementerian agama Islam Kuwait) memaparkan tentang kesepakatan semua ahli fikih islam soal keharaman menguburkan jenazah muslim di pemakaman non muslim dan begitupun sebaliknya, haram hukumnya menguburkan jenazah non muslim dipekuburan muslim. Kecuali dalam keadaan dharurat (terpaksa), maka hukumnya boleh, tidak haram. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 16/122

Menurut Manshur bin Yunus al Bahuti al Hanbali, semestinya kuburan non muslim dan kuburan muslim dibedakan baik bentuk dan tandanya (batu nisannya), apalagi ketika hidup dalam sebuah kerukunan beragamapun, juga harus ada pembeda, caranya, dengan tidak menguburkan salah satu dari mereka (non muslim) dipekuburan muslim. Bahkan, seyogianya, area pekuburan muslim dan lokasi pemakaman non muslim hendaknya saling berjauhan. Kasysyaf al-Qina’ 3/129

Baca Juga:  Perempuan Muallaf: Siapkah Wali Nikahnya?

Data ilmiah ini bukan lantas diartikan mencederai nilai nilai toleransi beragama, karena dalam hal ini. Normalitas dan mekanisme ‘nyekar’ antara muslim dan non muslim tidak serupa. Seandainya jenazah non muslim dan jenazah muslim berada dalam satu area pemakaman. Keluarga keduanya yang berniat untuk ‘nyekar’ bertemu dan melihat pemandangan yang berbeda dengan akidah mereka. tentu hal ini akan memercikkan api fitnah.

Dan inilah akan menjadi cikal bakal perusak toleransi beragama yang akan berkepanjangan. Demi tetap menjaga hubungan harmonis dengan pemeluk agama sebelah, maka alangkah baiknya pemakaman dipilih pada area yang tepat dan benar.

Wallahu a’lam bish shawab

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Abdul Walid

Abdul Walid
Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo