tadarus
tadarus

Budaya Tadarus Ramadan : Ekspresi Islam Nusantara yang Penuh Berkah

Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah. Seluruh umat muslim di berbagai penjuru dunia berlomba-lomba mengumpulkan pahala, dengan berbuat kebaikan terhadap sesama dan memperbanyak amal ibadah.

Ramadan juga disebut dengan bulan al-Quran. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi adalah pada malam 17 Ramadan yang kemudian dikenal dengan nuzulul qur’an. Tidak mengherankan jika aktifitas membaca dan mempelajari al-Quran menjadi semarak di bulan ini.

Nah, di Indonesia tentu kita tidak menampik ada di negara lain, tetapi menjadi khas di muslim nusantara adalah tradisi tadarus. Aktifitas ini telah menjadi budaya yang hanya bisa ditemukan di bulan Ramadan. Tadarus bisa dilakukan di siang, sore hingga paling populer adalah setelah shalat tarawih.

Tidak mudah menemukan dalil dari budaya ini. Namun, sesuatu yang mungkin bisa dijadikan motivasi oleh umat Islam ketika pertama kali mengenalkan budaya ini adalah hadist Shahîh Muslim, Sunan Abî Dâwûd, dan musnad Ahmad bin Hanbal melalui jalur sahabat Abu Hurairah ra:

((وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ))

Artinya : Tidaklah suatu kaum berkumpul di masjid untuk membaca, dan saling mempelajari al-Quran di antara mereka melainkan rasa ketenangan akan turun di hati mereka, rasa kasih sayang akan menyelimuti mereka dan para malaikat mengelilingi mereka serta Allah swt akan menyebut-nyebut mereka di kalangan para malaikat.  

Tradisi berkumpul di masjid, membaca dan mempelajari al-Quran dengan cara saling mengkoreksi bacaan yang terjadi di muslim Nusantara adalah bagian dari ekspresi budaya untuk menerjemahkan hadist tersebut. Tadarus bukan sekedar membaca sendirian tetapi saling mempelajari.

Baca Juga:  Pendekatan Dakwah dan Kesenian Rodat

Umat Islam banyak melakukan tadarus al-Quran di waktu selesai salat tarawih. Tadarus sendiri memiliki arti mempelajari, meneliti atau menelaah. Jadi tadarus al-Quran dapat diartikan dengan kegiatan yang mempelajari isi al-Quran lebih dalam sehingga bisa mengambil pelajaran baik dalam al-Quran. Terlebih lagi al-Quran diturunkan di bulan ramadhan. Dengan membaca al-Quran di bulan Ramadan akan memiliki banyak keutamaan di antaranya:

1. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda

Kita tahu bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang akan memberikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah, tak terkecuali tadarus al-Quran. Dengan membaca al-Quran sama saja kita membagikan ilmu terhadap sesame. Sebab ilmu yang dibagikan bukan hanya bermanfaat bagi kebaikan agama, tapi juga kebaikan akhirat.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa ayang menunjukkan kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim No. 1893). Dengan membagikan ilmu yang kita miliki dan kemudian kita amalkan kepada orang lain, kemudian orang itu mengambil kebaikan dan mengerjarkannya. Maka, orang pertama yang berbagi ilmu tersebut akan diganjari pahala-pahala dari orang yang mendapatkan berbagi ilmu tersebut.

2. Mampu memberikan syafaat

Orang yang membaca al-Quran seakan-akan sedang berdoa memohon kebaikan, rahmat dan ampunan kepada Allah. Karena itu dengan membaca al-Quran akan mendatangkan syafaat bagi orang yang membacanya dengan baik dan memperhatikan adab-adabnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak berkumpul segolongan orang pada suatu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca kitab Allah dan mentadaruskannya di antara mereka melainkan turunlah ketenangan kepada mereka dan ditutuplah mereka oleh rahmat dan dikelilingilah mereka oleh para malaikat dan Allah menyebut mereka bersama dengan orang-orang yang berada di sisi-Nya.”

Baca Juga:  Sejarah Agama-agama di Indonesia Pra-Islam

Hadist di atas menjelaskan kepada umat muslim yang berkumpul guna melakukan tadarus di masjid,  Allah akan menurunkan ketenangan dan rahmat kepada mereka. Para malaikat mengelilingi setiap orang yang tadarus dan Allah menyebut mereka sama dengan orang-orang yang berada di sisi-Nya.

3. Mempererat ikatan persaudaraan antar muslim

Islam memberikan petunjuk kepada umatnya untuk menjaga persaudaraan. Dengan mengikuti tadarus al-Quran di sebuah masjid maupun mushola, maka akan dengan otomatis dapat menyambungkan tali silaturahmu yang mungkin sempat renggang ataupun terputus karena kesibukan masing-masing. Dengan mengikuti tadarus otomatis akan meningkatkan interaksi dengan sesame muslim.

Allah berfirman dalam Surat al-Hujurat ayat 10, “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Bagikan Artikel

About Dhanar Fridayanti

Penulis Aktif di Kompasiana sejak tahun 2014 dan Alumni Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang