puasa memakai parfum
puasa memakai parfum

Ingin Tampil Prima dan Wangi di Bulan Suci, Bolehkah Berpuasa Memakai Parfum?

Menjalani puasa Ramadan dengan tetap beraktifitas di luar rumah bagi para pekerja tentu sebuah tantangan tersendiri. Puasa tidak boleh menjadikan umat menjadi lemas dan tidak produktif. Orang berpuasa akan selalu tampil prima walaupun menahan lapar dan haus.

Salah satu tantangan lain dari orang berpuasa adalah persoalan bau dan rasa mulut yang akibat tidak ada aktifitas makan dan minum. Tentu ketika berinteraksi kita sedikit merasa tidak percaya diri dengan kondisi itu karena bisa jadi akan mengganggu komunikasi.

Namun, itulah salah satu kelebihan orang berpuasa. Rasulullah memberikan motivasi bagi orang yang berpuasa melalui hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk (kasturi).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Tentu bau mulut di atas sebagai akibat perubahan rasa karena tidak ada aktifitas makan dan minum bukan karena malas untuk selalu membersihkan. Umat Islam tetap dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan wewangian. Lalu bagaimana jika mensiasati bau mulut dengan memakai parfum?

Pada dasarnya, menggunakan wewangian merupakan sunnah Rasul. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad bersabda : “Empat perkara yang merupakan sunnah para rasul, yaitu rasa malu, memakai wangi-wangian, bersiwak, dan menikah.” (H. R. Tarmidzi).

Menggunakan parfum tentu bertujuan baik untuk menghilangkan atau menyamarkan bau tidak sedap dari anggota tubuh seseorang, sehingga tidak mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya. Karena itulah, letak sunnah memakai parfum itu agar orang sekitar tidak merasa terganggu saat berinteraksi dan berkomunikasi.

Lalu, bagaimana jika dalam kondisi berpuasa? Para ulama madzhab Maliki dan Syafi’i memakruhkan penggunaan minyak wangi bagi orang berpuasa. Mereka beralasan penggunaan parfum saat menjalani ibadah puasa dapat membuat anggota badan untuk melakukan hal yang dibenci oleh agama. Parfum dipercaya dapat melemahkan jiwa terhadap nafsu dan berpotensi pada pelanggaran ketaatan.

Pandangan makruhnya memakai wewangian ini juga didukung Syekh Abu Bakr Muhammad Syatha, “Dan disunahkan (pada hari Jumat) menggunakan wewangian, kecuali bagi orang yang berpuasa menurut qaul awjah dan kecuali bagi orang yang sedang ihram. Menggunakan wewangian dihukumi makruh bagi orang yang berpuasa dan haram bagi orang yang ihram”.

Meskipun makruh menggunakan parfum, tetapi menghirup minyak wangi tidak membatalkan puasa. Tidak ada satu haditspun yang disandarkan pada beliau dalam masalah ini yang tentu saja menunjukkan bolehnya menghirup minyak wangi bagi orang puasa.

Makruhnya penggunaan minyak wangi atau parfum ini sejatinya lebih pada kekhawatiran potensi yang mendorong seseorang berbuat kejelekan di bulan suci. Karena itulah, sejatinya memakai parfum untuk tujuan kebaikan dalam berinterkasi dan berkomunikasi yang tetap prima dan produktif di bulan suci tentu tidak masalah.

Baca Juga:  Keutamaan Shalawat, Tidak Hanya Membaca Menulisnya Pun Mendapatkan Pahala

Sekali lagi segalanya tergantung bagaimana seseorang melaksanakan tindakan itu berdasarkan niatnya. Memiliki bau badan yang tidak sedap, bagi meteka yang bekerja di sebuah tempat yang membutuhkan interaksi antar pekerja sangat tinggi, pastilah akan menggangu teman dan kolega.

Karenanya tidak masalah menggunakan parfum di saat Ramadan bagi mereka yang memang membutuhkan.  Namun, apabila tidak ada kebutuhan mendesak, pilihan yang terbaik adalah tidak menggunakan minyak wangi saat berpuasa.

Bagikan Artikel ini:

About Dhanar Fridayanti

Avatar of Dhanar Fridayanti
Penulis Aktif di Kompasiana sejak tahun 2014 dan Alumni Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Semarang

Check Also

puasa lisan

Jika Lisanmu Sumber Petaka, Latihlah dengan Puasa

Sebuah hadist yang cukup populer yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah jauh-jauh telah memperingatkan bahwa …

ramadan kareem

Keistimewaan Ramadan : Jika Pahala Dilipatgandakan, Bagaimana dengan Dosa?

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini pula umat Islam mendapatkan …