munajat
munajat

Cara Munajat yang Benar agar tidak Menghujat

Munajat merupakan aktifitas umat Islam yang dilakukan sepenuh hati untuk mengharapkan ampunan, ridho dan pertolongan Allah. Doa adalah senjata umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Doa merupakan sarana yang membuat umat Islam selalu optimis untuk menatap kehidupan ke depan.

Kenapa umat Islam selalu optimis. Dengan doa umat Islam yakin bahwa Allah akan menurunkan pertolongannya sebagai Ia telah menjanjikan. Optimisme berarti suatu kondisi kehadiran Tuhan dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. Dalam Qur’an Allah berfirman: Dan apabila hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu (al-Baqarah: 186).

Tuhan tidak akan pernah ingkar dengan janjiNya selama umat benar-benar berdoa dengan sungguh-sungguh. Bahkan doa disebutkan oleh Allah sebagai adalah ibadah (al-Mu’min : 60). Orang yang menjauhi doa disebut sebagai orang yang sombong dan sangat dekat dengan api neraka. Orang demikian selalu merasa dirinya mampu mengatasi berbagai persoalan dan tidak merasa butuh kehadiran Tuhan.

Secara fitrah manusia itu lemah dan tidak sempurna. Dalam kondisi tertentu dan dalam tantangan kehidupan manusia akan menemukan satu titik yang merasa ia sendiri dan lemah. Ketika itulah, ingatlah kepada Tuhan dengan berdoa karena doa adalah cara manusia ingin diperhatikan Tuhan ( QS: Al- Furqan : 77).

Lalu, bagaimana cara berdoa dan bermunajat yang benar? Kadang umat Islam sudah merasa telah berdoa berkali-kali tetapi ia merasa selalu diabaikan Tuhan. Pada gilirannya ia jatuh pada perasaan menyalahkan Tuhan yang tidak mendengar keluh kesahnya. Orang demikian kadang telah jatuh pada aktifitas menghujat, bukan munajat.

Karena itulah, penting sekali agar munajat kita tidak jatuh pada aktifitas menghujat Tuhan. Bagaimana sebaiknya umat Islam bermunajat? Ingat munajat adalah pengharapan total, rendah hati dan diri dengan sikap optimis doa yang kita minta akan dikabulkan.

  1. Memohon dengan ikhlas hanya karena Allah bukan karena ada sebab dan kepentingan lain. Sekalipun ia ikhlas dalam hatinya, tetapi ia mempunyai sebab dan kepentingan lain yang lebih besar yang merusak keikhlasannya, tentu doa itu akan jauh dari pengabulan Tuhan. (QS: al-Mu’min: 14).
  2. Berdoalah dengan khusu’ perasaan penuh harapan dan optimisme (Al-a’raf 55-56). Doa itu harus khusu’ dengan merendahkan diri. Memohon berarti mengharap bukan dengan rasa congkak dan sombong apalagi menantang Tuhan.
  3. Berdoalah dengan suara lembut (QS: Maryam 3), berdoalah dengan hati tenang dan tidak mengeraskan suara (QS: Al-A’raf : 205). Berdoalan dengan tenang, tidak menggebu-gebu apalagi dengan mengeraskan suara seolah ingin didengar orang lain.
  4. Orang yang berdoa sejatinya meyakini dan mempercayai bahwa doa yang disampaikan akan diterima oleh Allah Swt. Sikap optimisme penting karena sejatinya Allah telah menjanjikan untuk menerima segala doa asal dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
  5. Hindarilah doa yang akan mendatangkan keburukan atau dapat memutus silaturrahmi. Jangan mendoakan sesuatu kejelekan dan kerusakan kepada saudara yang lain. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah menerima doa yang menghantarkan kepada kelejekan dan keburukan.
  6. Lalu, ikutilah doa dengan mengerjakan amal sholeh (QS : Asy-Syura : 26), karena Allah telah berjanji akan menerima doa orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh.

Demikian cara munajat, memohon ampun dan pertolongan kepada Allah.Doa adalah senjata umat Islam jangan jadikan doa untuk menyerang sesame muslim apalagi justru doa ingin menghujat Tuhan. Mari jadikan doa sebagai senjata kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

malam nisfu sya'ban

Sya’ban: Bulan yang Dilupakan, Padahal Penentu Kualitas Ramadan

anpa banyak disadari, kita kembali berjumpa dengan bulan Sya’ban—bulan kedelapan dalam kalender Hijriah—yang menandai bahwa …

Wahid Foundation rilis laporan Riset Pencapaian RAD PE 2021 2024 NU Online

Riset Wahid Foundation: Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Daerah Masih Hadapi Tantangan Serius

Jakarta — Upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di tingkat daerah masih menghadapi tantangan serius. Wahid …