Cara Pandang Masyarakat Dalam Memahami Ajaran Agama Harus Moderat

0
132

Jakarta Cara pandang masyarakat Indonesia dalam memahami ajaran harus moderat Pasalnya perbedaan yang ada di Bumi Pertiwi ini merupakan fitrah yang tidak bisa disangkal Sesuatu yang sudah niscaya sulit ditolak Namun sebagai umat Islam penting menempatkan posisinya berada di tengah wasatha atau moderat Mari kita mampu beragam secara moderat kata Menteri Agama Menag Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi pembicara pada Pelatihan Literasi Informasi bagi Generasi Milenial di Aston Kartika Hotel Jakarta Senin 24 6 2019 Menag melanjutkan bahwa bukan memoderatkan agamanya karena agama Islam memang sudah moderat Moderasi beragama cara kita beragama harus senantiasa dalam jalurnya yang wasatha moderat jelas Lukman dikutip dari laman nu or id Baca Juga Perbedaan Adalah Sunnatullah Untuk Menciptakan Perdamaian IndonesiaMenurutnya umat Islam dituntut untuk menjadi umat wasatha yang di tengah tidak condong pada ekstremitas baik itu tekstualis yang hanya mengandalkan nalar teks dan menafikan konteks sehingga menjadi radikal ataupun yang terlalu mengedepankan logika konteks dan mengurangi peran teks Kita jangan terjebak terjerumus ataupun terjerembab pada dua kutub ekstrem tersebut jelasnya Ia mencontohkan wafatnya Khalifah Sayidina Ali bin Abi Thalib yang dibunuh Abdurrahman bin Muljam sosok yang hafal Al Qur an dan puasa setiap hari dan tidak pernah tinggal shalat malam Abdurrahman memahami ayat hanya secara teks saja sehingga akibatnya fatal Memahami agama harus seimbang yakni memperhatikan teks karena sumber utama Islam itu teks Di waktu yang sama juga tidak bisa mengenyahkan konteks sebagai latar turunnya ayat atau hadis tersebut tutur Menag