KH Marsudi Syuhud
KH Marsudi Syuhud

Covid-19 Merajalela, Kiai Marsudi: Taati Aturan Pemerintah dan Laksanakan Perintah Agama

Jakarta – Penyebaran Covid-19 tengah merajalela di tanah air bahkan berada dalam tingkat tertinggi sepanjang pandemi Covid-19. Kini upaya keras tengah dilakukan pemerintah untuk meredam bahkan menghilangkan keberadaan virus mematikan ini. Masyarakat pun diminta untuk menaati aturan pemerintah dengan melaksanakan protokol kesehatan dan juga menerapkan ajaran agama untuk melawan penyebaran virus corona.
“Pemerintah daerah membuat aturan. Presiden membuat aturan. Ikuti aturan itu. Karena aturan tersebut diambil dari hukum tetap dari Islam yang kemudian menjadi nizhom. Maka, melaksanakan peraturan yang sudah menjadi nizhom itu termasuk melaksanakan perintah agama,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud dikutip dari laman Republika.co.id, Selasa (22/6/2021).
Pun menjelang Hari Raya Idul Adha, Kiai Marsudi mengatakan, masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan dalam menyambut Idul Adha. “Siapa yang ingin salat Idul Adha, ikuti prosedur dari pemerintah setempat. Kalau dilarang, taati saja,” ucap dia.
Ia menekankan aturan yang dikeluarkan pemerintah harus diikuti karena tujuannya untuk menjaga keselamatan jiwa. Dia mengingatkan keselamatan jiwa adalah hal paling utama.
“Ikuti saja aturan itu, karena aturan pemerintah itu pijakannya hukum-hukum yang tetap dari agama,” jelasnya.
Kiai Marsudi juga menyadari, kasus Covid-19 saat ini melonjak signifikan. Di sisi lain, MUI sudah mengeluarkan fatwa dan tuntunan bagi umat Islam di seluruh wilayah Indonesia.
“Mestinya sebagai umat Islam, sudah lebih mudah ketika menghadapi pagebluk ini, karena sudah punya tuntunannya,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga keselamatan jiwa adalah tujuan syariat yang utama sehingga tuntunan dalam menghadapi pandemi Covid-19 sebetulnya sudah jelas. Misalnya, dengan terus waspada karena kewaspadaan ini diperintahkan atau dituntun oleh agama.
“Waspadalah dari pagebluk Covid-19 seperti waspadanya kita terhadap singa yang bisa memakan kapan saja, yang bisa membunuh kapan saja. Nah ini kemudian diturunkan menjadi aturan. Artinya pemerintah sudah melakukan, menyatukan antara hukum-hukum tetap dari agama dengan aturan-aturan di muka bumi,” ucapnya.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Bantu Penanganan Covid-19, Mohamed "The Happiness Maker" Salah Bangun Pusat Ambulan di Kampungnya

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Jamaah umroh dari INdonesia

Konjen Arab Saudi Tegaskan Umroh Belum Dibuka untuk Jamaah Indonesia

Jakarta – Konsul Jenderal (Konjen) Arab Saudi Abdullah Muqed Al Mutiry menegaskan bahwa umroh belum …

penopang keunggulan al azhar mesir

Fatwa Al Azhar Izinkan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Dalam Kondisi Tertentu

KAIRO – Kemajuan dunia medis telah membuat sejumlah penemuan luar biasa dalam bidang pengobatan untuk …