terkiniid ustaz yahya waloni x
terkiniid ustaz yahya waloni x

Yahya Waloni Sebut PPKM Strategi Komunis, Jangan Taati Perintah Orang Kafir

Jakarta – Penceramah Yahya Waloni dalam setiap statemennya selalu mengundang reaksi baik pro maupun kontra, bahkan pernah dalam suatu majelis mengatakan anjing najis dia tabrak karena najis. Di masan pandemi, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat turut dikomentarinya dengan mengatakan bahwa PPKM bagian dari strategi komunis untuk menghancurkan Islam.

Selain mengatakan PPKM bagian dari strategi komunis, Yahya juga mengatakan bahwa kebijakan pemerintah tersebut melukai hati rakyat mengingat pada hari besar Islam diberlakukan PPKM.

“Kita semua tahu tanggal 20 Juli adalah pelaksanaan hari besar Islam, untuk peringati hari raya kurban Idul Adha,” kata Yahya Waloni, dikutip terkini.id dari Hops dan terkini.id Rabu 14 Juli 2021.

Ia menilai bahwa setiap kali hari besar Islam, pemerintah selalu berdalih dengan alasan Covid-19 menjelang perayaan tersebut.

“Ini mengapa tiap pelaksanaaan besar Islam selalu dikopat-kopitkan,” lanjutnya.

Yahya Waloni kemudian menilai bahwa kebijakan tersebut hanya semata-mata senjata politik saja.

“PPKM Jawa-Bali ini cuma senjata politik, kalau kita lihat dari analisis politik, penduduk terbesar Indonesia itu di Pulau Jawa. Dan umat Islam juga besar di Jawa,” terangnya

“Nah, jangan sampai mereka bisa mengukur kekuatan muslim di RI. Sebab kalau Pulau Jawa dan Bali sudah bisa dipetakan, maka Insya Allah akan mudah bagi mereka menguasai Indonesia.” sambung penceramah berdarah Sulawesi itu.

Yahya Waloni bahkan menilai bahwa kebijakan ini juga merupakan strategi Komunis untuk mengukur persatuan dan kesatuan Umat Islam. “Karena yang paling ditakuti Komunis adalah persatuan Umat Islam,” tegasnya.

“Apakah kalian berdiam diri lihat agama kalian diganggu? Kata Buya Hamka, barang siapa berdiam diri agamanya diganggu gantilah pakaianmu dengan kain kafan, lebih baik mati saja.” tuturnya.

Baca Juga:  MUI: Masyarakat Harus Jaga Ukhuwah dan Tali Persaudaraan

Ia kemudian mengajak umat Islam agar merapatkan barisan dan bersatu untuk melawan permecah belah umat Islam.

“Mari rapatkan barisan kita bela agama ini. Dunia tak akan selamatkan kita, hanya iman dan amal soleh yang selamatkan kita. Ingat, jangan kamu taat pada perintah-perintah orang kafir,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Gus Muwafiq bermain gitar dan musik

Gus Muwafiq: Musik Akan Jadi Alat Setan Bila Dipegang Orang-orang Yang Lalai

Jakarta – Pernyataan Uki Eks Noah bahwa musik itu haram berbuntut kontroversi. Raja Dangdut H. …

Khotbah Jumat

Wacana Khotbah 15 Menit, Muhammadiyah: Singkat Bukan Untuk Cegah Ngantuk, Tapi Sunah Nabi

Jakarta – Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mewacanakan usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia …