Denpasar Mifta im An am Maulana Habiburrohman atau dikenal dengan Gus Miftah dikenal sebagai seorang ustadz muda yang terkenal dengan nyentrik Kalau ustadz ustadz lain memberikan ceramah atau khutbah di masjid atau forum dakwah Gus Miftah justru sering berceramah di diskotek Jamaahnya pun tentu saja para pegiat dunia malam Gaya dakwah Gus Miftah ini pun kini viral di media internasional Seperti dikutip dari reuters via aboutislam net gaya dakwah Gus Miftah dinilai tidak terlihat sebagai seorang ustadz atau ulama Dengan gaya khas berpakaian era 1980 an dan memakai udeng tutup kepala ala Jawa Gus Miftah memilih untuk menyampaikan khotbah di dalam klub malam untuk membantu orang orang yang merasa tidak diinginkan di lingkungan masjid Saya jarang berbicara tentang surga atau neraka karena saya percaya mereka sudah tahu tentang itu kata pengkhotbah berusia 37 tahun ini Ada tuntutan pekerjaan dan tuntutan hidup yang mendorong mereka untuk melakukan pekerjaan ini untuk bertahan hidup katanya sebelum menyampaikan sebuah khotbah kepada sekelompok karyawan yang kebanyakan wanita di bar karaoke Boshe VVIP dan klub dansa di pulau Bali Baca juga Relawan Muslim Inggris Kumpulkan Makanan Untuk Persiapan Natal Saya tidak punya hak untuk menghakimi mereka Jadi saya di sini untuk membantu mereka agar tidak pernah melupakan Tuhan mereka katanya Ceramah Gus Miftah yang sehari hari memimpin sebuah pesantren di Yogyakarta menimbulkan pro dan kontra Namun itu tidak menggoyahkannya Apalagi ia sudah 14 tahun berceramah di tempat tempat yang tidak lazim Yudith Stevanni manajer di klub Boshe VVIP tidak sepakat dengan penilaian sebagian orang bahwa klub bukan tempat yang tepat untuk mengajar agama Menurut saya itu hanya sebuah tempat Pelajaran bisa dilakukan di mana saja katanya Hal itu didukung oleh beberapa jamaah terutama para wanita pegiat dunia malam Mereka mengaku senang mendapat tausiah 90 menit dari Gus Miftah Apalagi gaya ceramahnya banyak dibumbui humor dan gayanya juga tidak formal Meskipun kami bekerja seperti ini kami masih memiliki agama dan kami masih ingin berbuat baik kata seorang karyawan wanita berusia 27 tahun Di bagian lain ruangan itu seorang pramusaji berusia 25 tahun mengenakan jilbab saat dia berdoa Dia mengatakan sesi itu membuatnya merasa lebih baik tentang pekerjaannya Teman teman saya mengatakan pekerjaan saya buruk tetapi khotbah telah membantu saya melalui kritik katanya menolak untuk memberikan namanya

Tinggalkan Balasan