Demitologisasi Pahala Puasa

0
162

Ibadah puasa shaum di bulan suci Ramadhan sesungguhnya merupakan olah jiwa tahunan riyadhah as sanawiyah yakni proses didik diri untuk mengalahkan dominasi nafsu keduniawian yang secara representatif dilambangkan dalam pantangan makan minum dan pemenuhan nafsu biologis Suatu proses jihad akbar perjuangan besar seorang muslim untuk memerangi hawa nafsu yang bercokol dalam dirinya Itulah sebabnya puasa Ramadhan mampu menyulap kondisi masyarakat yang pada mulanya berwajah sekularistik seketika berubah menjadi kehidupan yang penuh agamis islami Dari kacamata sosio antropologis bisa disaksikan bersama layar kaca televisi misalnya yang semula dipenuhi oleh suguhan berupa tontonan menggiurkan bercorak pengumbaran aura seksual pakaian seksi ngerumpi dan sejenisnya tapi tidak atau sedikit berkurang di bulan penuh ampunan ini Para artis yang biasa menghiasi layar kaca kini berpenampilan beda tak ada lagi lekukan tubuh yang diumbar tubuhnya dibalut dengan pakaian busana serba tertutup dan bahkan dilengkapi kerudung Sepintas keberimanan mereka seolah setingkat lebih tingi dari para ustadz atau kiai yang tenaga dan waktunya sepenuhnya diperuntukkan untuk mengurus umat Perubahan style dan kehidupan artis yang serba agamis itu tampaknya juga menerpa para politikus terutama mereka yang tersandung kasus korupsi alias koruptor Di sejumlah pemberitaan online maupun cetak elektronik tidak menyurutkan mereka yang nyata nyata telah dijatuhi hukuman penjara menyatakan berkhidmat dalam menyambut bulan suci Ramadhan Mengapa Baca juga 4 Hal yang Dianjurkan Nabi Ketika Berbuka Puasa Jawabannya tentu sebagaimana dimengerti umat muslim pada umumnya yaitu bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan penuh hikmah sehingga dengan berpuasa dan menjalankan sunnah sunnahnya dosa seorang hamba dimungkinkan bakal terampuni oleh Sang Khalik Demitologisasi pahalaKesadaran yang demikian itu tentu saja tidak salah meski mereka terang terangan memakan uang haram milik rakyat Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah semudah itukah mereka yang berlumur dosa teologis dan sosial karena telah melakukan tindak korupsi lalu terampuni dosa dosanya Secara vertikal diampuni atau tidaknya dosa seorang jelas merupakan hak prerogatif Tuhan yang manusia tidak bisa mengintervensi apalagi melakukan justifikasi teologis Tetapi secara horizontal hubungan sesama manusia kita layak mempertanyakan landasan teologis ketuhanan tentang pengampunan dosa bagi orang yang nyata telah melakukan tindakan merugikan orang lain termasuk para koruptor Lalu di manakah keadilan Tuhan itu Di sinilah sebagai umat beriman Q S al Baqarah 183 hemat saya tidak ada salahnya bila melakukan reinterpretasi dan dekonstruksi makna puasa itu sendiri Pertama pertama kita harus menempatkan muatan religius dalam Ramadhan sebagai mitos seperti dilipatgandakannya pahala hingga beribu ribu lipatan Karena jika mitos ini masih dipertahankan tak terbayangkan apa jadinya bila seandainya para pendosa besar atau katakanlah para koruptor negara itu dengan dia berpuasa penuh kekhusukan pahalanya terus melipat dan mampu menutupi dosa dosa politiknya selama sebelas bulan sebelumnya Alamak Rudolf Bultmann 1984 1976 seorang teolog terkemuka dunia menyebut pola dekonstruksi penafsiran yang seperti itu dengan istilah demitologiasi Jadi agama kitab suci menurut Bultmann sebenarnya banyak menyimpan cerita cerita mitologi yang tercermin dalam eskatologis Maka untuk memahaminya secara rasional seorang penafsir sejatinya dapat mengelurkan terlebih dahulu mitos mitos yang membeku lalu kemudian dipahami berdasarkan kemampuan akal setiap individu Mencoba bersetuju dengan Bultmann di atas maka muatan pahala yang berlipat di bulan Ramadhan sebagaimana dimakzulkan oleh jumhur mayoritas ulama hemat saya bukanlah tujuan ghayah dari ibadah puasa tetapi lebih merupakan sebagai motivasi bagi umat muslim untuk terus meningkatkan kualitas keimanannya terkhusus di bulan suci ini Maksud Tuhan mengiming imingi pahala berlipat tidak lain hendak menyadarkan manusia yang tabiatnya bermalas malasan dalam beribadah kepada Nya Lagipula surga itu tidaklah segampang membalikkan tangan dengan hanya berpuasa satu bulan penuh Sementara di bulan bulan sebelumnya atau sesudahnya mereka kembali terperosok ke lembah dosa Dapatkah kita terima manakala pejabat negara yang mencuri uang rakyat ratusan milyar kelak oleh Tuhan dimasukkan ke surga hanya lantaran berpuasa Ramadhan Begitu sering puasa Ramadhan kita jalani dalam setiap tahunnya Tapi mengapa masih ada orang jahat memakan harta dan hak orang lain Hidup ini seolah membenarkan bahwa memang layaknya sandiwara yang masing masing pemainnnya memakai topeng sesuai karakter yang diinginkan Artinya di bulan suci Ramadhan kita menyaksikan topeng topeng itu memainkan perannya Cobalah bandingkan dengan setelah Ramdahan usai nanti Keberhasilan seseorang dalam menjalankan puasa sesunggunya tercermin pasca ia menunaikan ibadah Ramadhan Jika selama sebelas bulan setelahnya tetap berperilaku sama dengan di bulan puasa berarti ia benar benar berubah menjadi lebih baik Semoga Ali UsmanAktivis sosial pengurus Lakpesdam DIY