Buka puasa komunitas Muslim di Beijing
Buka puasa komunitas Muslim di Beijing

Dibawah Tekanan China, Muslim di Beijing Tetap Sambut Ramadan Dengan Buka Puasa Bersama di Masjid Tua

Jakarta – Populasi umat Islam di China memang sangat minoritas. Namun itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk selalu memperkuat ukhuwah meski banyak tekanan yang dilakuka pemerintah China. Seperti ditunjukkan umat Islam di ibukota Beijing dalam menyambut bulan suci Ramadan. Mereka berkumpul di masjid tertua Niujie dan menggelar buka puasa bersama.

Dilansir melalui South China Morning Post (19/4/2021), sebuah komunitas Muslim di Beijing berkumpul untuk merayakan datangnya bulan Ramadan di halaman masjid tertua di Beijing, Niujie. Solidaritas komunitas Muslim di China ini masih terasa begitu kental walaupun pemerintah China sangat menekan adanya budaya atau praktik ajaran agama yang berkembang di China.

Umat Muslim di China sendiri merupakan populasi minoritas yang bahkan hanya terdapat 1,7% dari total populasi China yang dikatakan sebagai negara terpadat di dunia. Uniknya, perayaan ini dilakukan dengan buka puasa bersama yang semua masakannya akan dimasak langsung oleh ibu-ibu dari anggota komunitas Muslim.

Mirip seperti di Indonesia, umat Muslim di China juga berbuka puasa dengan minuman hangatnya yaitu berupa teh. Berbagai makanan terlihat begitu banyak disediakan di meja.

Mulai dari buah seperti semangka, pisang, kue kering, kurma, hingga hidangan kue-kue manis khas China. Pada sore hari sebelum waktu berbuka puasa, ibu-ibu dari komunitas ini akan memasak bersama-sama dalam jumlah banyak yang kemudian masakannya akan dibawa untuk disajikan di halaman masjid Niujie, Beijing.

Islam sendiri sudah hadir di China sejak 1,400 tahun yang lalu. Tak hanya berbuka puasa bersama, umat Muslim di China juga memiliki tradisi untuk saling berkunjung dan bertukar makanan dengan Muslim lainnya.

Adanya tekanan dari pemerintahan China justru membuat komunitas ini semakin erat. Mereka tak segan-segan untuk menjalankan ibadah mereka di masjid tertua dan terbesar di Beijing yang bahkan dikatakan sudah berusia 579 tahun.

Baca Juga:  Ikhwanul Muslimin Masih Isolasi Komunitas Muslim Kawasan Maghrebi

Sebagai simbol kebersamaan, makanan akan diletakkan pada meja-meja dimana semua orang yang datang akan dengan leluasa untuk mengambil makanan dan memakannya bersama-sama. Mulai dari anak kecil, orang dewasa bahkan hingga ulama-ulama yang hadir pun makan bersama-sama.

Masjid terbesar dan tertua, Niujie, ini memang menjadi pusat kegaitan umat Muslim China di Beijing. Setiap tahun dan setiap perayaan hari besar Islam semuanya akan dilaksanakan di masjid yang berusia 579 tahun ini.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Twit Abdulla Alamudi

Komentari Pelecehan Agama oleh Holywings, Kolumnis Media Qatar: Itu Bentuk Provokasi

Jakarta –  Pelecegahan agama yang dilakukan klub malam Holywings tidak hanya menyulut gejolak umat Islam …

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …