uniqlo
uniqlo

Diduga Sembunyikan Kejahatan Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, Prancis Buka Penyelidikan 4 Ritel Fashion

Paris – Kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China, bukan sekadar isapan jempol belaka. Dunia internasional telah meminta klarifikasi kepada pemerintah China. Namun pemerintah Beijing tetap berkelit dan membantah tudingan itu.

Negara-negara anggta PBB serta kelompak HAM dunia beberapa kali telah melayangkan upaya untuk membongkar kejahatan itu. Namun sejauh ini, teka-teki  itu masih belum terungkap, karena China tidak bersedia membuka akses penyelidikan.

Kini tekanan baru terhadap China kembali datang dari dunia bisnis. Jaksa Prancis membuka penyelidikan terhadap empat ritel fashion yang diduga menyembunyikan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Xinjiang China, Kamis (1/7). Prosedur tersebut terkait dengan tuduhan terhadap China atas perlakuannya terhadap minoritas Muslim Uighur di wilayah tersebut, termasuk penggunaan kerja paksa.

Keempat produk fashion itu adalah merek-merek top dunia yaitu Uniqlo France, pemilik Zara Inditex, SMCP Prancis, dan Skechers adalah subjek penyelidikan.

“Investigasi telah dibuka oleh unit kejahatan terhadap kemanusiaan di kantor kejaksaan antiterorisme setelah pengajuan pengaduan,” kata sumber di Kejaksaan Prancis dalam laporan oleh situs media Prancis Mediapart dikutip dari laman republika.co.id.

Inditex menolak klaim soal pengaduan hukum ini. Perusahaan menambahkan bahwa mereka melakukan pengawasan ketertelusuran yang ketat dan akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan Prancis.

“Di Inditex, kami tidak menoleransi semua bentuk kerja paksa dan telah menetapkan kebijakan dan prosedur untuk memastikan praktik ini tidak terjadi dalam rantai pasokan kami,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

SMCP mengatakan pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang Prancis untuk membuktikan tuduhan itu salah.

“SMCP bekerja dengan pemasok yang berlokasi di seluruh dunia dan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki pemasok langsung di wilayah yang disebutkan dalam pers,” kata perusahan itu mengaku secara teratur mengaudit pemasoknya.

Baca Juga:  Kunjungi Kamp Vokasi Uighur di Xinjiang, MUI Minta Pemerintah China Lakukan Ini

Sebanyak dua organisasi non-pemerintah mengajukan pengaduan di Prancis pada awal April terhadap perusahaan multinasional. Pengaduan ini karena perusahaan menyembunyikan kerja paksa dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pakar PBB dan kelompok HAM memperkirakan lebih dari satu juta orang, terutama etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya, telah ditahan dalam beberapa tahun terakhir di sistem kamp yang luas di wilayah Xinjiang, barat China. Banyak mantan narapidana mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran pelatihan dan pelecehan ideologis.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan kamp-kamp itu telah digunakan sebagai sumber tenaga kerja bergaji rendah dan paksaan. Cina membantah semua tuduhan pelecehan.

Beberapa merek Barat, termasuk H&M, Burberry, dan Nike telah terkena boikot konsumen di China setelah meningkatkan kekhawatiran tentang kerja paksa di Xinjiang.

Pada Maret, Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada pejabat China atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Beijing segera membalas dengan tindakan hukumannya sendiri.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

AC Milan ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad

AC Milan Ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad Kepada Fans Beragama Islam

Milan – Klub sepakbola AC Milan memberi ucapan selamat Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. …

Ken Setiawan di UM Metro

Ken Setiawan: Ribuan Kelompok Radikal yang Mengatasnamakan Agama di Lampung Masih Gentayangan

Lampung – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin terhadap fenomena …