perang uhud
strategi perang Nabi

Dua Wanita Penyelamat Nabi pada Perang Uhud

Tak banyak kita ketahui tentang dua wanita yang gagah berani tanpa mengenal rasa takut mati untuk melindungi Rasulullah saw. Yang sering kita dengar yakni lelaki pemberani seperti Khalid bin Walid, Hamzah bin Abdul Mutallib dan sahabat lainnya. Wanita pemberani tersebut bernama Nusaibah dan Ummu Sulaim.

Nusaibah adalah keturunan Bani Najjar, ia adalah putri dari Ka’ab bin Amr. Nusaibah memeluk Islam pada saat baiat aqobah kubra. Ia masuk islam bersama suami dan dua anaknya.

Sedangkan Ummu Sulaim adalah orang yang memeluk Islam dari kalangan kaum Anshar. Ummu sulaim menikah dengan Ibnu Nadhar. Karna keyakinannya kepada Islam tanpa ragu ia meninggalkan kebiasaan-kebiasaan orang Jahiliyah menyembah berhala. Namun sumainya dengan keras menentang keimanan Ummu Sulaim. Ia berkata “Apakah engkau telah musyrik?” Ummu Sulaim menjawab “Aku tidak musyrik tapi aku telah beriman”.

Ketika Nusaibah mengikuti perang Uhud, usianya sudah tidak muda lagi melainkan telah mempunyai dua orang anak yang usianya telah sampai untuk mengangkat senjata diperang Uhud. Ketika perang berkecamuk, satu tangannya mengayunkan pedang dan satu tangan lainnya mengangkat perisai besi untung menghalang pedang lawan. Dia tak menghiraukan dirinya sendiri untuk melindungi Rasulullah hingga tanpa disadari bajunya telah terkoyak-koyak oleh pedang lawan. Di tengah berkecamuknya perang dia berkata:

Takkan kubiarkan kalian mengotori kesucian Rasulullah” sembari terus mengayunkan pedanya.

Sedangkan Ummu sulaim merupakan perempuan yang mencolok di antara barisan laki-laki yang mengelilingi Rasulullah saw. Kedua tangannya bergantian meluncurkan anak panah dan mengayunkan pedang meskipun kondisinya tak lebih parah dibanding Nusaibah yang telah berdarah-darah.

Ketika Nabi saw melihat baju Nusaibah yang telah penuh dengan darah, beliau memanggil Abdullah putra Nusaibah, beliau berkata:

Baca Juga:  Pernikahan Rasulullah yang Sering Disalahpahami

Ibumu..balutlah lukanya. Ya Allah, jadikanlah mereka sahabatku di surga.”

Mendengar doa Rasulullah saw Nusaibah tidak menghiraukan lukanya dan terus berperang seraya berkata

Aku tidak menghiraukan lagi apa yang menimpaku di dunia wahai utusan Allah.

Begitu cintanya Rasulullah kepada sahabat-sahabatnya sehingga ia meminta kepada Tuhan agar Allah swt menjadikan mereka sahabat di surga.

Bagikan Artikel ini:

About Laila Farah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Check Also

memukul istri

Memukul Istri untuk Mendidik, Benarkah Dibolehkan dalam Islam?

Tak dapat dipungkiri bahwa dari sekian banyak korban kekerasan, wanita adalah korban paling dominan meski …

shalat dhuha

Rajin Shalat Dhuha Tak Kunjung Kaya? Mungkin ini Salah Satu Penyebabnya!

Shalat dhuha sering kali dikatakan sebagai solat meminta rezeki.  Namun karena persepsi ini, tak sedikit …