Fatwa MUI: Perayaan Valentine Haram

0
1240

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017 yang mengharamkan perayaan Valentine Day setiap 14 Februari. Karena itu, MUI mengimbau umat Islam agar tidak latah merayakan Hari Kasih Sayang tersebut.

“Karena itu, enggak usah ikut-ikutan karena Valentine bukan tradisi Islam,” kata Sekretaris MUI Jawa Timur Ainul Yaqin, Rabu (12/2/2020).

Ainul menyebutkan sedikitnya tiga alasan kenapa Valentine Day diharamkan oleh MUI. Pertama, perayaan itu bukan termasuk tradisi Islam. Kedua, perayaan Valentine Day menjurus pada pergaulan bebas, seperti hubungan badan di luar nikah. Jika ikut-ikutan merayakan, sama saja dengan mendorong Valentine Day. Ketiga, tradisi dari luar itu berpotensi menimbulkan keburukan.

“Kita tidak boleh ikut menyiarkan sesuatu yang berpotensi menimbulkan keburukan tadi. Karena itu, anjurannya orang Islam enggak usah ikut-ikutan,” ujarnya.

Selain MUI, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan juga menyerukan hal serupa. Ketua FUIB Sulsel Muchtar Daeng Lau menegaskan Valentine Day dinilai tak ada manfaatnya dan dalam tinjauan Islam, perayaan itu sama sekali tidak ada manfaatnya. Ajaran Islam tak pernah mengajari melakukan perayaan seperti itu.

“Pada hakikatnya, valentine ini hanya mengajari tentang pacaran atau hubungan yang tak halal. Padahal, kalau berbicara tentang kasih sayang, tentu kasih sayang pada tempatnya dan tidak harus menunggu waktu tertentu,” tegasnya.