Doa bagi umat Islam tidak sekedar memohon, tetapi juga ekspresi kehambaan dan pengakuan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah swt dan selalu tergantung padaNya. Ajaran tersebut menjadikan umat Islam selalu ingat Tuhannya dan tidak sombong. Kekuatan sejati adalah berasal dari Tuhan dan bukan dari makhluk hidup lainnya.

Termasuk bagaimana umat Islam menafsiri penyakit. Segala sesuatu memang datang dari Allah dan bagian dari ciptaanNya. Tetapi manusia harus bisa menjaga diri agar tidak jatuh dalam kebinasaan termasuk sebab penyakit.

Wabah Corona atau Covid-19 tidak dapat dianggap remeh. Hal tersebut telah mewabah ke berbagai negara yang jumlah korbannya ratusan ribu meninggal dan dengan  yang terinfeksi sebanyak tiga juta lebih. Data tersebut nerupakan rilis WHO.

Berbagai negara telah berjuang dalam memerangi wabah pandemi ini. Tidak hanya persoalan ekonomi, sosial dan budaya, aktifitas agama tidak kalah heboh mengalami dampak luar biasa akibat virus ini. Berbagai kegiatan jamaah untuk sementara ditiadakan guna memutus mata rantainya penyebarannya.

Namun, umat Islam di tengah beribadah sendiri dan berjamaah di rumah, sangat penting untuk selalu berdoa dan memohon ampun kepada Allah, termasuk memohon perlindungan dari penyakit dan disembuhkan dari penyakit.

Doa-Doa untuk Perlindungan Kesehatan

Tentu upaya dan protokol kesehatan serta pendekatan medis menjadi garda utama. Namun, selain itu, salah satu cara dalam menghindari wabah yang berkembang di atas adalah dengan doa.  

Doa Pertama

Bacaan do’a untuk kebaikan kesehatan dan dilindungi dari segala penyakit merupakan anjuran dari Allah swt. dan Rasulullah saw. Setidaknya dalam hadis Nabi saw. do’a dimaksud adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari penyakit lain yang mengerikan. (HR. Abu Daud)

Doa Kedua

Dalam hadis lain terdapat doa yang dibaca setiap hari yang harus dibaca selalu istiqamah. Do’a tersebut adalah do’a  yang dicontohkan Nabi saw. adalah:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مَوْدُودٍ عَمَّنْ سَمِعَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ و قَالَ فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ الْفَالِجُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُ مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَيَّ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ وَلَا كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنَّ الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا

Aku mendengar Utsman bin Affan berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan: bismillahillazi la yadlurru ma’asmihi  syaiun fi al-ardli wa la fi al-sama’ wa huwa al-sami’ul ‘alim (dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa bencana yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari.”

Dalam  sejarahnya sebagaimana dalam hadis tersebut juga disebutkan seorang sahabat Nabi saw. masih terkena sebuah penyakit tertentu yaitu Abban yang dirinya merasa lupa dalam membaca do’a yang dicontohkan tersebut.  Sehingga dalam lanjutan hadis dapat dilihat sebagai berikut:

Perawi berkata, “Lalu Aban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Aban), maka Aban pun berkata, “Kenapa kamu melihat aku? Demi Allah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi saw. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya.”

Doa Ketiga

Doa ketiga yang merupakan contoh doa yang diajarkan Nabi saw. adalah:

حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ السِّمْنَانِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا مُطَرِّفُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَدِينِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْعُمَرِيُّ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan: Alhamdulillahillazi ‘afani mim abtalaka bihi wa fadhalani kasiran mimman khalaqa tafdhilan (segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu, dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan) maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini.

Sebagai ummat Islam yang taat kepada Rasulullah saw. khusus dalam menghadapi pandemi Corona atau Covid-19 tetap mendekatkan diri dengan memohon pertolongan Allah swt.  Do’a di atas selalu dibaca dengan tetap ikhtiar dan selalu berbagi sesama melalui sedekah agar Allah swt segera mengangkat penyakit yang berkembang ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.