haul
haul

Haul : Sebuah Tradisi Birrul Walidain yang Banyak Dilupakan Anak Masa Kini

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu sifat dasar manusia adalah pelupa, apalagi kenangan masa lalu. Tradisi diperankan sebagai bagian mengingatkan seseorang terhadap suatu hal. Ada tradisi yang mengingatkan kelahiran, ada pula tradisi yang mengingatkan kematian. Terkadang tradisi seperti itu menjadi problematis ketika dihadapkan dengan agama.

Tradisi seringkali dianggap bertentangan dengan agama. Mengingat kelahiran atau paling populer peringatan ulang tahun misalnya seringkali dianggap tradisi yang bertentangan. Padahal, Nabi saja mengingat kelahirannya dengan senang berpuasa pada hari senin.

Terkait tradisi mengingat kematian, di Indonesia ada tradisi yang dikenal dengan haul, yakni memperingati satu tahun kematian seorang keluarga, kerabat, dan tetangga. Acaranya sangat beragam. Ada yang melakukan ziarah dan ada yang mengirimkan doa dengan mengundang masyarakat atau dikenal selamatan.

Tidak sedikit yang berpandangan bid’ah karena dianggap bagian warisan yang ditinggalkan oleh umat Hindu terdahulu. Namun, jika dilihat dari perspektif ini sejatinya mereka yang membid’ah melupakan peran penting proses islamisasi yang justru merubah tradisi kemusyrikan masyaraka dulu dnegan tradisi yang lebih bernuansa islami.

Artinya, masyarakat sekarang lebih melihat tradisi yang bernuansa islami dianggap kurang Islami karena bagian masa lalu. Namun, masyarakat saat ini tidak melihat tradisi itu sebagai bagian penting yang mengislamkan masyarakat nusantara saat ini.

Ketika Islam menyapa masyarakat Nusantara, berbagai tradisi tidak dihilangkan karena para penyebar Islam menyadari Islam bukan perusak tradisi dan kebudayaan, tetapi Islam hanya ingin mengarah pandangan teologis. Secara perlahan, Islam merubah cara pandang keagamaan, tetapi tidak menumbangkan tradisi yang ada.

Acara mengingat kematian dengan begadang dan berkumpul yang sejatinya merekatkan tali persaudaraan ditransformasi dalam bentuk acara kumpul bersama sambal membaca dzikir dan doa-doa yang diambil dari bacaan dalam al-Quran. Tradisi ini disebut dengan tahlilan yang tidak bisa diingkari sebagai bagian penting islamisasi masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Doa Orang yang Baru Datang Dari Haji

Pertanyaannya, apakah haul ini bertentangan dengan Islam? Orang sering melihat pada bentuk, tetapi tidak pada isi. Selalu melihat pada sarana tetapi tidak tujuannya. Haul yang berisi acara doa, dzikir, mengingat kematian dan mendoakan orang tua adalah praktek yang tidak ada satupun yang bertentangan dengan syariat.

Mari kita bedah. Pertama, mengingat kebaikan orang tua dan seseorang. Hadist yang berbunyi :“Ingatlah kebaikan orang-orang yang meninggal di antara kalian dan tahanlah dari menjelek-jelekkannya. HR. Abu Daud No. 4900, HR. Tirmidzi No. 1091. Dalam tradisi haul orang membaca doa dan dzikir sekaligus mengingatkan atas mereka yang meninggal dengan kebaikan.

Tradisi ini penting hari ini khususnya kepada anak yang justru banyak melupakan kebaikan orang tuanya. Anak lupa berbakti dan membalas budi karena mereka menganggap yang mati dan meninggal tidak berperan apa-apa kepada dirinya. Mereka lupa diri tanpa ada yang mengingatkan.

Haul di samping mengandung doa dan dizkir ada pengingat bagi anak tentang kebaikan orang tua. Secara psikologis, seorang anak akan tertuntun dan terbimbing untuk selalu membalas kebaikan dan selalu berbakti kepada orang tua. Bukan melupakannya.

Kedua, bentuk bakti seorang anak. Tradisi haul ada juga merupakan perwujudan bakti anak kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Hadist mengatakan bahwa “Jika seorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan serta anak-anak saleh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya.”

Menyelenggarakan haul bagi anak untuk orang tua adalah bentuk birrul walidain atau berbakti dengan mengirimkan doa. Jangan mengatakan diri berbakti kepada orang tua jika satu tahun pun kamu tidak mengingat apalagi mengirimkan doa kepada orang tuanya.

Baca Juga:  Menjaga Kelanggengan Pernikahan Hingga di Surga

Bayangkan hanya satu tahun sekali anda mengingat orang tua itupun terasa sulit. Orang hampir seluruh hidupnya membesarkan anaknya, menghantarkan anaknya pada gerbang kesuksesan, dan tidak pernah anda ketahui orang tua selalu mendoakan sepanjang hari kepada anak-anaknya. Lalu, kenapa dalam satu tahun saja, anda tidak mendoakannya, bahkan hanya dengan alasan hal itu bid’ah?

Ketiga, bersedekah dan mempererat tali silaturrahmi. Tipologi anak zaman sekarang, jangankan kepada tetangga, kepada saudaranya belum tentu merasa intim dan akrab. Mereka yang bekerja merantau kadang tidak pernah juga bertemu dengan sanak famili.

Haul menjadi salah satu tradisi yang dapat memperat tali ukhuwah sesama manusia, menumbuhkan semangat solidaritas dan kebersamaan, menyambung jembatan pemisah antara si kaya dan si miskin, menghilangkan kesenjangan sosial, memadamkan api kemarahan karena perbedaan keadaan ekonomi, mensucikan jiwa dan harta, menghilangkan kesengsaraan, dan mengurangi kemiskinan.

Sederhananya, haul adalah perekat antara sesama saudara. Tidak usah terlalu muluk-muluk untuk bersilaturhami dengan tetangga. Tetapi bersama saudara dengan mengingat dan mengirimkan doa kepada orang tua, itu yang cukup menjadi tujuan.

Hanya luangkan waktumu tidak setiap minggu dan bulan untuk sekedar berkumpul bersama dengan sanak famili dan saudara. Haul menyatukan saudara dan sanak famili untuk bersama mengingat kebaikan orang tua dan mempererat persaudaraan. Saling bersapa dan mengirimkan doa buat orang tua yang jelas menjadi bagian penting dalam hidup seorang anak.

Tidak ada satu pun yang buruk dalam tradisi haul. Dari aspek sejarah, ajaran dan fungsi sosial tidak ada satupun yang bertentangan dengan ajaran Islam. Justru haul adalah media yang melekatkan ajaran Islam kepada masyarakat. Bagi seorang anak, haul adalah bentuk birrul walidain yang tidak boleh diabaikan oleh anak, sekalipun hanya satu tahun sekali.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

memiliki keris

Muslim Memiliki Keris, Ada Masalah?

Ada pertanyaan yang sedikit lucu tetapi penting dijawab, bolehkah seorang muslim memiliki keris? Pertanyaan ini …

mahsa amini

Tragedi Mahsa Amini dan Cara Berislam Kita

Ternyata persoalan jilbab tidak hanya menjadi persoalan di Negara Indonesia saja. Pada tanggal 13 September …