shalat birrul walidain
shalat birrul walidain

Shalat Berbakti kepada Orang Tua? Inilah Shalat Birrul Walidain dan Tatacaranya

“Shalat Walidain” tidak begitu familiar dikalangan (sebagian) umat Islam. Dibaca dari namanya, shalat ini bermakna shalat untuk kedua orang tua. Mungkin sebagian kita bertanya, apa memang benar ada dan disyariatkan? Karenanya, penting untuk membahasnya sebagai renungan untuk kita semua, betapa banyak hal-hal bernilai tinggi yang diabaikan karena ketidaktahuan kita.

Dari Abu Hurairah, ia menuturkan, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa shalat dua rakaat di malam Kamis, di antara shalat maghrib dan shalat Isya’, pada tiap rakaat membaca alhamdu (surat al Fatihah), ayat kursi, surat al ‘alaq dan surat al Nas masing-masing lima kali, kemudian setelah rakaat kedua (setelah salam) membaca istighfar dan shalawat kepada Nabi sebanyak lima belas kali dan pahalanya dihadiahkan untuk kedua orangtuanya yang mukmin, sungguh ia telah menunaikan kewajibannya kepada kedua orangtuanya, menyempurnakan baktinya kepada mereka berdua, dan Allah memberikan untuknya pahala seperti pahala shiddiqin dan syuhada, ketika melewati jembatan shirathal mustaqim ia didampingi oleh malaikat Jibril di samping kanannya dan malaikat Mikail di samping kirinya, juga malaikat-malaikt yang lain mengawalnya di depan dan belakang sambil membaca tahlil dan takbir sampai ia masuk ke surga…”.

Hadis ini masih panjang menceritakan kautamaan mereka yang melakukan Shalat Walidain ini. Membaca potongan hadis di atas, tentu menyadarkan kita bahwa selama ini telah mengabaikan satu shalat sunnat yang memiliki keutamaan luar biasa.

Shalat Walidain ini diterangkan secara lengkap oleh Abul Hasan al Hakkari dalam kitabnya Hadiyatul Ahya’lil Mayyit wa ma Washala Ilaihim. Sementara dalam kitab Khazinatul Asrar penyebutannya adalah Shalat Birrul Walidain. Kedua referensi ini menjelaskan tata cara shalat sunnah dua rakaat ini sama persis, seperti dijelaskan dalam hadis di atas.

Baca Juga:  Berhubungan Suami-istri Membayangkan Orang lain, Dosakah?

Adapun niatnya adalah:

اصلي سنة لبر الوالدين ركعتين لله تعالى

Untuk itu, untuk menyempurnakan bakti kita kepada kepada kedua orang tua, pada malam Kamis antara shalat magrib dan isya’ menyiapkan diri untuk melakukan shalat Walidain atau shalat Birrul Walidain. Barangkali tidak terlalu berat karena shalat ini hanya dilakukan seminggu sekali. Betapa bahagianya kedua orang tua kita yang telah meninggal diberikan hadiah yang sungguh luar biasa ini. Tentu mereka akan ridho dan senang kepada kita karena menjadi anak yang berbakti. Dan, bukankah ridho Allah tergantung ridho mereka berdua, sebaliknya juga Allah akan murka kalau kedua orang tua kita murka kepada kita.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

hidangan non muslim

Fikih Toleransi (4) : Memakan Hidangan Non Muslim

Agama Islam membolehkan memakan makanan apa saja yang penting halal, demikian juga minuman. Maka, meskipun …

jual beli

Fikih Toleransi (3) : Hukum Bertransaksi dengan Non Muslim

Sebagian umat Islam ada yang melarang untuk bermu’amalah dengan non muslim, termasuk jual beli. Sebab, …