toxic parenting
toxic parenting

Hindari Toxic Parenting (1) : Warisan Terbaik Orang Tua kepada Anak adalah Akhlak

Selain sebuah anugerah yang diturunkan Allah, anak juga sekaligus menjadi amanat bagi kedua orang tua. Karena itulah, untuk menjadi orang tua bukanlah perkara yang mudah. Seorang anak yang lahir diperumpamakan seperti permata yang indah, kita sebagai orang tua hanya perlu mengasahnya dengan parenting yang tepat supaya anak bisa memiliki keperibadian yang penuh dengan kebaikan dan diberkahi oleh Allah.

Ketika kita bisa mengasah anak kita dengan parenting yang baik seperti menjadikan anaknya menjadi seorang yang berbakti, taat, bertanggung jawab dengan mengikuti ajaran yang sesuai dengan aturan agama Islam, akan ada hadiah berupa pahala yang terus mengalir untuk untuk orang tua yang tidak hanya bisa dinikmati di dunia saja, namun sampai akhirat kelak. Menarik bukan hadiah yang dipersiapkan Allah kepada para orang tua?

Setiap anak pastinya memiliki karakteristik  yang berbeda-beda dengan yang lainnya, di sinilah tantangan para orang tua supaya dapat mengasuh anaknya dengan cara yang tepat. Tidak ad acara tunggal karena setiap anak mempunyai keunikan masing-masing. Memaksakan metode tertentu yang berhasil di anak orang lain, belum tentu berhasil. Berbeda anak tentunya berbeda juga metode penerapan ilmunya.

Yang pertama harus dipahami oleh orang tua adalah anak yang baik bukan hanya tentang anak yang menurut kepada orang tua saja, karena sikap ini justru bisa mengarahkan kepada toxic parenting. Apa itu toxic parenting ?

Toxic parenting merupakan sikap yang mengarah pada perilaku orang tua yang secara sadar atau tidak memperlakukan anak dengan tidak baik dengan cara menekan dan menyebabkan anak merasa bersalah, ketakutan, dan merasa harus berperilaku sangat patuh pada orang tuanya. Anak terpasung dalam aturan yang menurut orang tua baik, tetapi menjadikan anak depresi, stress dan tertekan.

Pola penekanan orang tua kepada anak yang dilakukan secara berulang-ulang akan membentuk pola kebiasaan dan tanpa mereka sadari mengakibatkan dampak psikologi negatif kepada kehidupan anak. Sayangnya orang tua yang tidak sadar terjebak dalam metode toxic parenting tidak akan mengakui kesalahan mereka pada anak. Tentunya sikap pengajaran seperti ini akan menciptakan lingkungan yang tidak sehat untuk tumbuh kembang anak secara psikis dan mental.

Harus disadari bahwa mendidik anak adalah hal yang menyenangkan. Ada harapan besar yang akan diraih ketika suskes mendidik anak. Bukan persoalan anak sukses meraih materi dan dunia. Tentu harapan itu ada karena siapapun orang tua pasti menginginkan anak tidak kekurangan harta.

Namun, hal penting dan utama dari ketakutan orang tua adalah ketika nanti dewasa mereka kekurangan akhlak bahkan krisis moral. Karena itulah, ada hadist yang sangat insipiratif yang penting diingat oleh para orang tua;

Dari Ayyub bin Musa, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda: “Tidak ada suatu pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama dari adab (akhlak) yang baik”. (HR. Tirmidzi).

Itulah sebenarnya yang penting diwariskan orang tua kepada anaknya. Ketika akhlak sudah menjadi bagian dari diri anak orang tua sudah tidak perlu khawatir. Orang tua justru akan memetic hasil sebagaimana sabda Nabi :  Nabi Muhammad SAW mengatakan “Ketika seorang anak Adam meninggal, semua amal terputus, kecuali tiga yakni sedekah, ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan doa anak shaleh” (HR Sahih Muslim).

Bagikan Artikel ini:

About Rufi Tauritsia

Check Also

mengemis online

Fenomena Mengemis Online, Bagaimana Menurut Islam?

Setiap manusia diberikan potensi kepada Allah untuk hidup mandiri. Kemandiriannya tersebut terbentuk dari akal pikiran …

depresi

Hati-hati dengan Sakit Jiwa, Benahi Hati dengan Berdzikir

Jangan sepelekan penyakit mental. Kesehatan mental juga sepenting Kesehatan fisik manusia. Jika gangguan mental terus …

escortescort