akhlak terpuji
toleransi anak

Panduan Orang Tua Muslim (2): Membiasakan Anak dengan Akhlak Terpuji

Keseluruhan akhlak Rasulullah adalah keteladanan hidup yang harus dicontoh oleh umat Islam. Kalau tidak seluruhnya, sebagiannya. Kalau belum bisa, semampunya yang penting telah berusaha. Sebab, pedoman muslim yang baik penilaiannya adalah akhlaknya.

Kisah-kisah keteladanan, ucapan maupun perilaku Nabi harus menjadi arus utama laku setiap muslim dan ditanamkan dalam segala aktivitas kehidupannya. Bagi muslim yang hidup semasa dengan Nabi, yakni sahabat Nabi, tidak kesulitan meniru akhlak beliau karena mereka melihat langsung keteladanan beliau. Akan tetapi, bagi generasi setelahnya, seperti kita saat ini, untuk meneladani akhlak terpuji beliau harus belajar dari kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh ulama salafusshaleh.

Satu hal yang biasa terlupakan, menanamkan akhlak mulia sejatinya harus dibiasakan sejak dini, sejak masa kanak-kanak. Disini peran orang tua sangat penting untuk menanam nilai-nilai dan contoh akhlak terpuji kepada anak-anaknya. Pendidikan akhlak sejak dini kepada anak-anak berefek manfaat sampai dewasa kelak. Anak-anak akan merekam teladan yang diberikan orang tuannya dalam memori otaknya dan akan selalu diingat selamanya.

Untuk itu, mengajarkan akhlak kepada anak-anak penting dilakukan oleh para orang tua. Disamping sebagai ikhtiar untuk mencetak anak shaleh juga membentengi anak dari paham dan ideologi yang menyesatkan, seperti ideologi radikalisme yang sangat membahayakan.

Salah satu anjuran tentang pentingnya menanamkan kahlak mulia sejak dini kepada anak disampaikan oleh Anas bin Malik.

Rasulullah bersabda: “Muliakanlah anak-anak kalian dan perbaguslah tingkah laku mereka”. (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadis yang lain disebutkan, warisan terbaik orang tua adalah akhlak terpuji.

Dari Ayyub bin Musa, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda: “Tidak ada suatu pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama dari adab (akhlak) yang baik”. (HR. Tirmidzi)

Baca Juga:  Tiga Akhlak Rasulullah sebagai Teladan dalam Kehidupan Berbangsa

Anjuran Nabi tersebut sesuai dengan misi kenabian beliau untuk menyempurnakan akhlak mulia. Dan, mendidik anak dengan akhlak terpuji sejak dini akan membiasakan mereka bertingkah laku yang baik ketika dewasa. Karenanya, orang tua tidak menyepelekannya karena pada usia dini anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Apabila mereka terpengaruh oleh akhlak buruk tentu sulit merubahnya ketika dewasa.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

murtad

Murtad Kemudian Islam Lagi, Apakah Shalatnya Wajib Qadha’?

Kita mendapat kabar Nania Yusuf alias Nania Idol yang murtad pada tahun 2009 lalu kini …

salah kiblat

Setelah Shalat Baru Menyadari Ternyata Salah Arah Kiblat?

Titah-Nya: “Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram” (al Baqarah: 145) Yang dimaksud adalah menghadap …