wapres harapkan tiga sumbangan peran dari organisasi keagamaan
wapres harapkan tiga sumbangan peran dari organisasi keagamaan

Wapres Berpesan Saat Ramadhan Tak Konsumtif, Tapi Berbagi

JAKARTA – Berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya bermakan menahan rasa lapar dan dahaga namun juga menekan atau menahan rasa ingin hidup secara berlebihan, termasuk kebiasaan konsumtif. Berpuasa sejak dari pagi-malam tidak lantas harus membuat seseorang ketika berbuka balas dendam, justeru dari segi kesehatan kurang bagus.

Berpuasa melatih diri untuk dapat mengendalikan segala nafus, mulai dari hal yang kecil-kecil hingga yang besar, termasuk kebiasaan membeli sesuatu yang bukan kebutuhan. Maka di bulan Ramadhan jika terdapat kelebihan rizki sebaiknya dibagikan kepada yang kurang mampu, terlebih dimasa pandemi Covid- 19.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta umat Islam tidak berperilaku konsumtif di bulan Ramadhan. Tak hanya menahan diri dari makan dan minum, Wapres berpesan agar umat Islam bersikap sewajarnya di bulan Ramadhan.

“Biasanya kan orang puasa, malamnya itu kemudian seperti orang balas dendam begitu, semua dibeli, semua dimakan semua, nah itu namanya bukan puasa. Tapi justru kita berprihatin,” kata Wapres dalam keterangan persnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, seperti dikutip dari laman republika.co.id Selasa (29/3/2022).

Wapres menyarankan, sebaiknya kelebihan harta yang dimiliki umat digunakan untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di bulan Ramadhan. Ini karena, banyak masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Tetapi bukan berarti kita kemudian tidak menggunakan apa yang kita punya kelebihan itu, tapi kita bagikan kepada saudara-saudara kita sesuai dengan perintah Nabi, siapa yang punya kelebihan bagikan kelebihanmu itu kepada sesama yang membutuhkan,” katanya.

Wapres juga mengatakan bulan Ramadhan adalah momentum tepat untuk mengeluarkan zakat, infak, maupun wakaf. Ia pun mendorong umat Islam segera mengeluarkan zakat hartanya di bulan Ramadhan. Wapres mengatakan, zakat biasanya dikeluarkan setahun sekali jika mencapai nishab.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, WHO Keluarkan Pedoman Jalani Puasa di Tengah Pandemi Corona

“Saya berharap, para pemberi zakat ini, ini sudah harus segera mengeluarkan (zakat) pada saat bulan ramadhan karena saat ini memang sudah diperlukan oleh masyarakat (penerima zakat atau mustahik) untuk kebutuhan ramadhan dan Hari Raya,” kata Wapres.

Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah itu menambahkan, selain zakat, kewajiban lainnya adalah infak dan wakaf. Wapres pun mendorong umat yang mempunyai kelebihan harta untuk mengeluarkan infak dan wakaf di bulan Ramadhan.

“Wakaf itu merupakan satu sedekah yang terus mengalir, sedekah jariyah namanya. Karena pahalanya, barangnya tidak akan habis. Nah momentum Ramadhan ini menjadi momentum yang pas,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

akhlak karimah

Khutbah Jumat – Menyelamatkan Generasi Muda Dari Virus Radikalisme

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …