toxic parenting
toxic parenting

Hindari Toxic Parenting (2) : 5 Prioritas dalam Mendidik Anak

Parenting membutuhkan metode agar tidak terjebak pada toxic parenting. Islam memberikan panduan bagaimana mendidik anak dengan baik dan mana yang harus diprioritaskan. Metode ini membuat anak dengan sendirinya mengetahui apa yang harus dilakukan sebagai anak secara suka rela dan tanpa paksaan atau tekanan.

Pertama, mendahulukan pendidikan tauhid atau keimanan. Tertulis dalam al-Quran surat Luqman ayat 13, Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Fondasi utama dalam Islam adalah iman kepada Allah SWT. Dalam surat di atas Beliau menyebutkan ushul hikmah. Karena kebijaksanaan yang dimiliki Luqman, dalam nasehatnya Beliau memerintahkan anaknya berbuat ikhlas dan melarangnya berbuat syirk serta menerangkan sebab mengapa dilarang, yaitu karena syirk adalah kezaliman yang besar.

Kedua, akhlak kepada orang tua. Orang tua harus mampu menyampaikan kepada anak untuk mampu memperlakukan orang tuanya dengan baik serta selalu berbakti kepada mereka. Jelas penyampaian yang dimaksud bukanlah penyampaian yang bersifat paksaan, namun juga dengan diiringi akhlak yang baik daro orang tua.

Allah berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman:14)

Ketiga, pendidikan amal salih. Mengajarkan kepada anak bahwa Allah Maha Melihat apapun yang ada di langit dan di bumi serta akan memberikan ganjaran yang setimpal bagi setiap perbuatannya. Baik itu amal baik maupun perbuatan buruk. Pendidikan ini akan menekankan kepada anak untuk tidak melakukan tindakan yang buruk karena Allah selalu melihat suatu kebaikan dan keburukan yang dilakukan anaknya.

Allah berfirman, “(Luqman berkata), ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16).

Keempat, pendidikan ibadah. Sebagai umat islam, harus senantiasa mengingat Allah dengan cara beribadah kepadanya. Ialah dengan mendirikan sholat, berbuat kebaikan dan menjauhi kebatilan serta bersabar dalam segala situasi yang baik maupun buruk.

Allah berfirman, “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (Luqman :17)

Kelima, pendidikan karakter. Di mana suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan. Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral yang juga memiliki tujuan untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik.

Bagikan Artikel ini:

About Rufi Tauritsia

Avatar of Rufi Tauritsia

Check Also

depresi

Hati-hati dengan Sakit Jiwa, Benahi Hati dengan Berdzikir

Jangan sepelekan penyakit mental. Kesehatan mental juga sepenting Kesehatan fisik manusia. Jika gangguan mental terus …

mencium al quran

Mencium Al-Quran Tidak Pernah Dilakukan Rasulullah, Bid’ahkah?

Berbicara tentang bid’ah, para ulama memiliki pemahaman yang berbeda. Di antara dari mereka ada yang …